Hujan Angin Bisa Bikin Genteng Rusak, Begini Cara Cegahnya

Hujan Angin Bisa Bikin Genteng Rusak, Begini Cara Cegahnya

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 15 Jan 2026 10:15 WIB
Hujan Angin Bisa Bikin Genteng Rusak, Begini Cara Cegahnya
Ilustrasi Genteng. Foto: Pexels/Liza Sigareva
Jakarta -

Akhir-akhir ini, hujan yang turun disertai angin dan petir menyambar layaknya badai. Kondisi ini bukan hanya berbahaya bagi manusia, melainkan pada atap rumah.

Jika melihat berita, banyak ditemukan kejadian atap rumah rusak parah setelah hujan deras. Ternyata genteng rumah tersebut patah dan terbawa angin kencang. Ketika atap rusak, bagian dalam rumah juga bisa bahaya. Khawatir pecahan genteng masuk ke rumah, atap ambruk, hingga kebocoran parah.

Untuk mencegah hal ini terjadi, detikers perlu melakukan antisipasi, menurut Profesional Kontraktor dari PT Gaharu Kontruksindo Utama Panggah Nuzhulrizky, ini yang harus dilakukan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tips Cegah Atap Rumah Rusak

1. Pilih Material Genteng yang Berat

Menurut Panggah, bobot dari genteng sangat berpengaruh pada ketahanan ketika dihajar hujan dan angin kencang. Semakin berat dan padat materialnya, angin kencang tidak akan terdengar dari atas dan biasanya tidak begitu berisik.

ADVERTISEMENT

"Ada beberapa tipe (genteng). Ada dari tipe beton, genteng keramik, yang sekarang lagi marak itu metal. Biasanya kalau yang agak enteng itu yang memang dari metal dan dia gampang terbang," ujar Panggah kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Bukan hanya berat, material genteng harus kedap dari panas, sebagai contoh genteng tanah liat keramik. Genteng jenis ini memiliki bobot, kualitas, dan estetika terbaik dibandingkan tipe genteng lainnya.

"Pemilihan material genteng sendiri, disarankan material genteng itu adalah yang memang yang agak lumayan berat dan kedap dari panas karena kadang-kadang juga sering ditemui genteng ini juga menyerap panas juga dan gampang terbang juga," katanya.

Jika butuh alternatif genteng yang lebih terjangkau bisa menggunakan genteng beton. Material ini juga bisa menambah estetika pada atap rumah.

2. Susun Genteng dengan Rapi

Material yang berkualitas tidak akan bertahan lama apabila cara pemakaiannya tidak benar. Genteng harus dipasang rapi dan tanpa celah agar air tidak masuk.

"Genteng tanah liat sebenarnya sudah cukup berat, tapi paling nanti bagaimana caranya biar itu nggak terbang, biasanya kita pastikan pada saat pemasang itu dia sudah tersusun dengan rapi karena memang pasang genteng itu ada susunannya ya," jelasnya.

Pada dasarnya, genteng itu disusun dengan saling memberatkan dan menimpa satu dengan lainnya sehingga bentuknya genteng itu ada lengkungan di sisinya. Genteng juga dipasang miring mengikuti bentuk atap. Bentuk ini mempengaruhi daya tahan genteng menerima terjangan angin agar tidak terbang.

3. Pasang Rangka Atap Baja Ringan

Rangka atap baja ringan saat ini sudah banyak digunakan sebagai struktur dasar dari atap rumah. Bahkan rumah subsidi pun sebagian besar sudah memakainya.

Fungsi rangka ini adalah menahan genteng yang ada di atasnya. Baja ringan lebih tahan lama daripada rangka kayu dan bambu karena bebas dari rayap dan tidak mudah lapuk karena pergantian cuaca.

"Penggunaan rangka pakai bambu kering itu sudah tidak sarankan pakai bambu atau material kayu karena rangka atap bisa pakai baja ringan. Biasanya rangka habisnya dengan rayap lalu juga cuaca. Nah itu kayu gampang lapuknya, nah ini kita bisa pakai baja ringan," ucapnya.

Selain itu, seperti namanya baja ini tidak seberat besi, mudah diaplikasikan, dan mudah dibentuk. Namun, pemasangan rangka atap harus sesuai standar dan instruksi dari fabrikator. Pastikan jarak antar baja ringan sudah cukup menahan beban atap genteng.

"Lalu, dia (rangka baja ringan) kan penggunaannya itu menggunakan moor dan baut, itu juga harus diperhatikan juga pada saat pelaksanaan," tutur Panggah.

Itulah cara mencegah atap genteng rusak akibat hujan deras dan angin kencang. Semoga membantu!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads