Baru Pertama Bangun Rumah? Ini Cara Memilih Tukang yang Tepat

Baru Pertama Bangun Rumah? Ini Cara Memilih Tukang yang Tepat

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Senin, 12 Jan 2026 07:30 WIB
Baru Pertama Bangun Rumah? Ini Cara Memilih Tukang yang Tepat
Ilustrasi tukang saat sedang bangun rumah. Foto: AP Photo
Jakarta -

Tukang merupakan profesi yang pasti dibutuhkan untuk membangun rumah. Bagi orang awam yang baru pertama kali mencari tukang pasti bingung, bagaimana cara mendapatkan tukang?

Profesi satu ini memang tidak seperti jasa arsitek atau interior yang bisa mencarinya melalui ponsel. Terkadang tukang yang terpercaya justru berasal dari rekomendasi mulut ke mulut. Selain itu, cara gampangnya adalah dengan menghubungi kontraktor atau ahli bangunan untuk minta dicarikan tukang yang bagus.

Apa pun pilihan yang akan dipilih, detikers juga harus tau cara memilih tukang yang bagus, ahli, dan berkualitas. Sebab, pembangunan rumah bukan pekerjaan mudah dan sebentar. Perlakukan tukang secara profesional layaknya sedang bekerjasama dengan seorang ahli. Untuk menjamin pembangunannya berjalan lancar, tanpa drama, dan hasilnya memuaskan, pekerjaan tersebut harus diserahkan kepada yang benar-benar bisa bekerja bukan?

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Simak beberapa tips memilih tukang bangunan yang benar, menurut kontraktor sekaligus CEO SobatBangun Taufiq Hidayat.

Tips Pilih Tukang yang Benar

Ini cara mudah memilih tukang yang terampil.

ADVERTISEMENT

1. Pertimbangkan Rekomendasi Orang Terdekat

Taufiq menyarankan ketika ingin mencari tukang sendiri, coba minta rekomendasi dari orang terdekat, seperti tetangga yang baru selesai membangun atau renovasi rumah, satpam komplek, hingga keluarga.

Selain meminta rekomendasi, tanya juga bagaimana kinerjanya. Sebab, membangun rumah merupakan pekerjaan yang lama jadi tukang yang dipilih harus cocok dengan karakter kita.

2. Pastikan Identitas Tukang Jelas

Selain menanyakan kelebihan dan kekurangan tukang tersebut, yang paling penting adalah identitasnya jelas. Terkadang untuk menambah orang, tukang biasa mengajak temannya yang sedang membutuhkan pekerjaan. Pastikan sebelum memulai bekerja berkenalan dulu dan tanyakan identitasnya sejelas-jelasnya. Minimal mengecek KTP mereka. Jika mereka enggan memberikannya karena bersifat privasi, kamu bisa menyampaikan maksud dan tujuan mengapa membutuhkan data diri mereka.

3. Tanyakan Kepemilikan Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi

Kebanyakan orang yang berprofesi sebagai tukang dianggap sebagai pekerjaan serabutan. Padahal ada lho sertifikasi untuk tukang. Dengan adanya pengakuan seperti ini membuat kita jauh lebih percaya dan tenang. Nama sertifikat itu adalah Sertifikat Kompetensi Kerja Konstruksi.

"Kalau negara kita itu belum terlalu (mengandalkan sertifikat). Jadi tukang itu, sebagian tukang ada yang sudah punya sertifikat keahlian, SKK. Biasanya kalau dia udah, bekerja di bangunan tinggi atau bangunan yang besar," kata Taufiq kepada detikProperti beberapa waktu lalu.

Namun, apabila tidak ada, tidak apa-apa jangan memandang sebelah mata. detikers bisa bertanya kepada pengguna jasa tukang itu sebelumnya untuk menanyakan plus minus. Cara taunya adalah dengan bertanya langsung jika mengenal atau meminta nomornya dari tukang tersebut.

4. Cara Pembayaran Tukang

Ingat untuk membahas soal upah dilakukan di awal agar transparan dan jelas. Kamu bisa meminta pendapat ahli untuk mengetahui kisaran upah yang harus diberikan. Pertimbangannya apakah tukang ini akan dibayar harian, borongan, atau progres.

Menurut Ketua Umum Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta Teguh Aryanto per November 2025, upah tukang harian sekitar Rp 200-250 ribu per orang untuk tukang harian. Sementara itu, harga tukang borongan sekitar Rp 400-500 ribu per meter persegi. Nilai upah ini dapat berbeda masing-masing daerah dan setiap tahun biasanya naik.

Taufiq juga mengingatkan apabila memperkerjakan tukang hingga malam atau lembur, pembayarannya berbeda. Bekerja dari pagi sampai pukul 21.00 WIB setara dengan upah 1 hari, lalu apabila hingga 23.00 WIB upah yang harus dibayarkan senilai 2 hari.

5. Melihat Proyek Sebelumnya

Tidak cukup dengan mendengar testimoni orang lain, kamu bisa melihat langsung proyek yang sudah dikerjakan tukang tersebut. Apalagi jika mereka baru saja membangun rumah tetangga. Namun, jika tukang tersebut belum punya proyek dekat rumah, kamu bisa minta sendiri hasil pekerjaan mereka.

Itulah cara menyeleksi tukang bangunan yang berkualitas dan cocok, semoga membantu.

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads