Setiap penghuni pasti pernah melihat keadaan rumah yang berantakan. Kondisi rumah berantakan ini gambarannya berbeda-beda tiap orang.
Ada yang menilai kasur tidak dirapikan termasuk berantakan. Ada yang menilai rumah berantakan itu pada saat mainan anak-anak berserakan di matras atau melihat ruangan berantakan saat piring bersih belum dikembalikan ke rak penyimpanan. Gambaran ini berbeda karena cara pendefinisian berantakan itu berbeda-beda pada tiap orang.
Mau bagaimana pun gambaran rumah berantakan, tampilannya pasti tidak nyaman dilihat oleh penghuni. Mereka pasti ingin merapikannya, segera atau ketika ada moodnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Agar tidak terus menerus merasa capek dan malas ketika melihat rumah berantakan, lebih baik ubah kebiasaan yang sering jadi biang kerok rumah terlihat bak kapal pecah.
Dilansir dari Apartment Therapy, berikut kebiasaan yang kerap bikin rumah berantakan.
1. Menyimpan Banyak Barang
Beberapa orang ada yang memiliki kebiasaan belanja padahal barang tersebut terkadang tidak begitu dibutuhkan. Alhasil, banyak barang yang menumpuk dan memenuhi sudut-sudut rumah. Menurut Pengelola Rumah Profesional di Morris County, New Jersey, Lindsey Mahanna, sebaiknya hindari kebiasaan tersebut dengan memikirkan kegunaannya dahulu sebelum dibeli.
2. Tidak Menyiapkan Tempat Penyimpanan yang Memadai
Selain mempertimbangkan fungsi, penghuni rumah juga harus tahu di mana nanti barang tersebut diletakkan. Apakah masih ada tempat? Setidaknya ketika barang itu masuk, ada barang lama yang bisa ditarik keluar atau dibuang. Cara ini menjaga agar ruangan tidak terlihat acak-acakan.
3. Tidak Menggunakan Keranjang Cucian
Untuk pakaian, sebaiknya siapkan keranjang cucian. Fungsinya agar setelah dari luar, bisa langsung meletakkan baju kotor di sana sehingga tidak berceceran di kamar.
4. Banyak Mainan
Bagi yang punya anak, pasti pernah mengalami rumah penuh dengan mainan agar mereka aktif dan tidak bosan selama di rumah. Namun, apabila tidak diimbangi dengan tempat penyimpanan yang memadai, rumah justru terlihat seperti kolam mainan. Solusinya adalah menyediakan keranjang atau tempat penyimpanan mainan.
"Tidak semua orang punya waktu untuk menata (mainan) setiap hari, tapi semua orang punya waktu untuk mengambil mainan dan menyimpannya di tempat penyimpanan, termasuk anak-anak," kata seorang organisator profesional dan pendiri layanan penataan OCD, Ashley Stewart, seperti dikutip pada Selasa (9/12/2025).
5. Tidak Langsung Mencuci Piring Setelah Digunakan
Sumber biang kerok rumah tampak berantakan juga bisa dari dapur, misalnya jarang mencuci piring. Wastafel yang penuh dengan piring tentu tidak enak dipandang dan bisa menimbulkan bau. Cara mencegah adanya penumpukan piring kotor adalah langsung mencuci piring kotor setelah digunakan.
6. Tidak Rutin Merapikan Tempat Tidur
Bagian di kamar yang selalu berantakan adalah tempat tidur. Ketika sudah kesiangan atau saat malas pasti ada saja yang malas merapikan kasur. Padahal dengan rajin merapikan tempat tidur kita juga mencegah munculnya jamur dan kutu kasur. Dengan merapikan tempat tidur, penghuni rumah mencegah kelembapan muncul.
7. Ada Banyak Tumpukan Kertas
Surat, buku, kupon, majalah atau kertas-kertas yang berserakan akan membuat rumah terkesan berantakan. Untuk itu, letakkan tempat sampah kecil di luar pintu depan untuk membuat kertas-kertas yang tidak terpakai.
Luangkan waktu beberapa menit untuk memilih kertas-kertas penting dan simpan. Rapikan rak dan pertimbangkan untuk menyumbangkan buku-buku lama yang sudah tidak digunakan. Sehingga, ada ruang untuk meletakkan buku-buku baru.
Itulah beberapa kebiasaan yang bisa menyebabkan rumah tampak berantakan, semoga membantu.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(aqi/abr)











































