Tata Cara Bertamu dalam Ajaran Islam agar Tak Ganggu Tuan Rumah

Tata Cara Bertamu dalam Ajaran Islam agar Tak Ganggu Tuan Rumah

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Minggu, 07 Des 2025 12:00 WIB
Tata Cara Bertamu dalam Ajaran Islam agar Tak Ganggu Tuan Rumah
Ilustrasi Ruang Tamu. Foto: Unsplash/Kara Eads
Jakarta -

Bertamu sering disebut sebagai salah satu cara untuk menjalin silahturahmi. Namun, masih ada saja umat Muslim yang tidak mengetahui bagaimana cara bertamu yang baik dan sesuai dengan syariat Islam.

Alhasil banyak orang yang akhirnya kesal atau tidak suka dengan tuan rumah setelah bertamu. Oleh karena itu, penting bagi kita sebelum bertamu, mengetahui adabnya.

Dalam buku Pelajaran Adab Islam 1 (2022:73-76) yang ditulis oleh Sehendri dan Syukri, bertamu merupakan cara untuk menyambung tali silaturahmi dalam Islam. Di dalamnya, dijelaskan adab ketika bertamu, berikut informasinya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. Mengucap Salam dan Mengetuk Pintu

Ketika bertamu ke rumah orang, hal wajib yang harus dilakukan adalah mengucapkan salam dan mengetuk pintu rumah. Namun, apabila letak pintu terlalu jauh bisa dengan mengucapkan salam. Hal yang perlu diingat adalah apabila sudah 3 kali mengucap salam dan mengetuk pintu, tetapi tidak dijawab, sebaiknya pulang. Bisa jadi penghuni rumah sedang tidak ada di rumah, sedang tidak bisa keluar, atau tidak ingin diganggu.

Adab bertamu mengucapkan salam telah dijelaskan dalam QS An Nur ayat 27 sebagai berikut.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَدْخُلُوا۟ بُيُوتًا غَيْرَ بُيُوتِكُمْ حَتَّىٰ تَسْتَأْنِسُوا۟ وَتُسَلِّمُوا۟ عَلَىٰٓ أَهْلِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Bacaan latin: "Yā ayyuhallażīna āmanụ lā tadkhulụ buyụtan gaira buyụtikum ḥattā tasta`nisụ wa tusallimụ 'alā ahlihā, żālikum khairul lakum la'allakum tażakkarụn."

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat."

Sementara adab mengetuk pintu Rasulullah SAW menyebutkannya dalam hadits berikut.

عن أبى موسى الاشعريّ رضي الله عمه قال: قال رسول الله صلّى الله عليه و سلم: الاستئذانُ ثلاثٌ، فان أذن لك و الاّ فارجع

Dari Abu Musa Al-Asy'ary RA berkata, Rasulullah SAW bersabda,

"Minta izin masuk rumah itu tiga kali, jika diizinkan untuk kamu (masuklah) dan jika tidak maka pulanglah!" (HR Bukhari dan Muslim).

2. Tidak Mengintip

Masih berkaitan dengan tadi, ketika menunggu dijawab, jangan mengintip melalui jendela, terutama jendela kamar. Hal ini dilarang oleh Rasulullah SAW, bahkan ada ancaman kepada para pengintip sebagaimana disebutkan dalam hadits:

لو أنّ امرأ اطلع عليك بغير إذن فخذفته بحصاة ففقأت عينه لم يكن عليك جناح

"Andaikan ada orang melihatmu di rumah tanpa izin, engkau melemparnya dengan batu kecil lalu kamu cungkil matanya, maka tidak ada dosa bagimu." (HR. Bukhari Kitabul Isti'dzan)

3. Jangan berdiri tepat di depan pintu

Terpisah, menurut Ustaz Khalid Basalamah dalam siaran berjudul Adab Bertamu di Rumah Orang di YouTube Siiquote Channel yang mengatakan ketika bertamu sebaiknya berdiri di sisi kanan pintu, bukan tepat di depannya. Adab ini tertulis dalam hadits berikut.

كان رسول الله إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء و جهه و لكن ركنها الأيمن أو الأيسر و يقول السلام عليكم السلام عليكم

Artinya: "Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya di depan pintu, tetapi berada di sebelah kanan atau kirinya dan mengucapkan assalamu'alaikum... assalamu'alaikum..."

4. Tunggu Hingga Dipersilakan Masuk dan Duduk

Ketika sudah dijawab, tunggu sampai dipersilahkan masuk, menurut Ustaz Khalid. Begitu juga untuk makan, tamu Muslim sebaiknya menyantap sajian setelah dipersilakan.

5. Langsung Pulang Jika Urusan Sudah Selesai

Dalam Islam memang menganjurkan untuk silahturahmi, tetapi tamu harus tahu waktu, tidak boleh terlalu lama. Sebab, selain membuang-buang waktu, mungkin saja pemilik rumah ingin melakukan hal lain, tetapi tidak enak untuk meminta tamu pulang.

Apabila urusan sudah selesai di rumah tersebut, maka segera pulang sebagaimana disebutkan dalam Surat An-Nur Ayat 28.

فَإِن لَّمْ تَجِدُوا۟ فِيهَآ أَحَدًا فَلَا تَدْخُلُوهَا حَتَّىٰ يُؤْذَنَ لَكُمْ ۖ وَإِن قِيلَ لَكُمُ ٱرْجِعُوا۟ فَٱرْجِعُوا۟ ۖ هُوَ أَزْكَىٰ لَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Bacaan latin: "Fa il lam tajidụ fīhā aḥadan fa lā tadkhulụhā ḥattā yu`żana lakum wa ing qīla lakumurji'ụ farji'ụ huwa azkā lakum, wallāhu bimā ta'malụna 'alīm."

Artinya: "Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja)lah, maka hendaklah kamu kembali. Itu bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Demikian cara bertamu ke rumah orang lain sesuai ajaran Islam. Semoga bermanfaat!

Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini




(aqi/abr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads