Memiliki tabungan ternyata bisa dimanfaatkan untuk mengurangi beban bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR). Salah satu skema yang ditawarkan perbankan memungkinkan saldo rata-rata harian rekening tabungan dikaitkan dengan fasilitas KPR untuk mendapatkan potongan suku bunga.
Fasilitas tersebut diperkenalkan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) melalui KPR Cermat dalam gelaran Danantara Housing Expo 2026 di NICE PIK 2, 27-30 Agustus 2026.
KPR Cermat merupakan fitur pada BNI Griya untuk pembiayaan hunian non-subsidi. Melalui skema ini, nasabah dapat memperoleh diskon suku bunga berjalan hingga 1% per tahun dengan mempertahankan saldo tertentu di rekening tabungan yang terhubung dengan KPR.
Besaran diskon dimulai dari 0,5% per tahun. Syaratnya, nasabah perlu menjaga rata-rata saldo harian tabungan minimal 10% dari sisa pokok kredit.
Semakin besar saldo yang dipertahankan, semakin besar pula potongan bunga yang bisa diperoleh, dengan batas maksimal diskon sebesar 1% per tahun.
Uang di Tabungan Tetap Bisa Dipakai
Yang menarik, dana yang digunakan sebagai dasar perhitungan diskon tersebut tidak diblokir. Saldo tetap berada di rekening dan dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi, serta memperoleh bunga sesuai ketentuan yang berlaku.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan skema tersebut memberikan alternatif bagi nasabah yang ingin mengelola pembiayaan rumah sekaligus memanfaatkan dana yang tersimpan di rekening.
"Melalui KPR Cermat, nasabah dapat memperoleh diskon suku bunga dengan menjaga saldo rata-rata harian di rekening tabungan. Dana tersebut tetap tersimpan dan dapat digunakan untuk kebutuhan transaksi, sekaligus memberikan manfaat dalam meringankan beban cicilan KPR sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Okki dalam keterangan tertulis, Senin (31/8/2026).
Nasabah juga dapat menghubungkan hingga lima rekening tabungan dalam skema tersebut. Rekening yang dihubungkan dapat berasal dari pasangan, orang tua, atau anak yang masih tercatat dalam satu Kartu Keluarga, dengan mengikuti persyaratan program.
Artinya, dana yang dimiliki keluarga tidak harus seluruhnya berada dalam satu rekening untuk dapat diperhitungkan dalam skema tersebut.
Meski terdapat skema untuk mengurangi bunga, kemampuan membayar cicilan tetap menjadi hal utama sebelum mengambil KPR.
Besarnya cicilan dipengaruhi oleh harga rumah, jumlah uang muka, tenor, suku bunga, serta kondisi keuangan masing-masing calon debitur.
Karena itu, calon pembeli rumah perlu menghitung kemampuan finansial secara keseluruhan, bukan hanya melihat besarnya potongan bunga.
Dalam Danantara Housing Expo 2026, BNI turut menyediakan kalkulator KPR yang dapat digunakan pengunjung untuk melakukan simulasi pembiayaan. Fasilitas tersebut memungkinkan calon pembeli memperkirakan cicilan berdasarkan skema pembiayaan yang dipilih.
Okki mengatakan perencanaan pembelian rumah perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kemampuan mencicil dan kondisi keuangan.
"BNI ingin membantu masyarakat merencanakan kepemilikan rumah secara lebih menyeluruh. Tidak hanya memilih hunian, tetapi juga memahami kemampuan mencicil serta memanfaatkan skema pembiayaan yang sesuai dengan kondisi keuangannya," kata dia.
Simak Video "Video: Rumah Financial Balance Jika Penghasilan Bertambah"
(zlf/zlf)