Kredit pemilikan rumah (KPR) sering jadi metode pembayaran andalan untuk membeli rumah. Metode ini memungkinkan seseorang untuk mencicil rumah setiap bulan.
Hal tersebut memberikan keringanan bagi pembeli yang belum punya tabungan yang cukup buat membayar lunas rumahnya. Nah, cicilan tersebut dapat diperhitungkan agar sesuai dengan penghasilan.
Pembeli perlu memastikan penghasilannya cukup untuk membayar cicilan KPR. Sebab, tak hanya rumah, gaji juga dialokasikan untuk kebutuhan lainnya. Jangan sampai kekurangan uang karena habis dipakai buat bayar cicilan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lantas, berapa cicilan KPR yang ringan dan aman? Berikut ini penjelasannya.
Pengamat Perbankan & Praktisi Sistem Pembayaran Arianto Muditomo mengatakan maksimal pengeluaran untuk mencicil rumah itu 30 persen dari penghasilan. Bahkan, untuk menjaga kondisi keuangan tetap sehat, idealnya besaran cicilan 20-25 persen dari penghasilan.
"Cicilan dikatakan ringan bila maksimal 30% dari penghasilan bulanan," ujar Arianto kepada detikProperti, Rabu (7/1/2026).
Sebagai contoh, detikProperti menghitung batas ideal cicilan KPR kalau batasnya 25 persen dari penghasilan. Gaji sebesar Rp 6 juta, cicilannya maksimal Rp 1,2 juta. Lalu, gaji Rp 8 juta, cicilannya Rp 2 juta.
Kalau gajinya sebesar Rp 10 juta, berarti paling banyak cicilan Rp 2,5 juta. Kemudian, gaji Rp 15 juta cicilannya paling tinggi Rp 3,75 juta.
Untuk rumah pertama, Arianto mengatakan harga rumah yang relatif aman berada di kisaran Rp 300-600 juta. Hal itu tergantung penghasilan dan skema bunga.
"Penghasilan Rp 6-8 juta cocok untuk rumah Rp 300-400 juta, sementara penghasilan Rp 10-15 juta dapat mempertimbangkan rumah hingga Rp 600 juta," imbuhnya.
Jika ingin mendapatkan cicilan yang ringan, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah memilih tenor yang panjang seperti 20-25 tahun. Meski total bunga yang dibayar menjadi lebih besar, cicilan bulanan semakin kecil.
Di sisi lain, suku bunga juga sangat berpengaruh terhadap angka cicilan. Ia menyarankan untuk memilih bunga fixed sekitar 3-5 persen di awal agar cicilan stabil dan terjangkau.
"Kuncinya adalah memilih harga rumah yang sesuai kemampuan, tenor panjang, dan bunga fixed rendah di awal, serta memanfaatkan promo bank dan developer agar cicilan tidak memberatkan sejak awal," tuturnya.
Punya pertanyaan soal rumah, tanah atau properti lain? detikProperti bisa bantu jawabin. Pertanyaan bisa berkaitan dengan hukum, konstruksi, jual beli, pembiayaan, interior, eksterior atau permasalahan rumah lainnya.
Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini
(dhw/zlf)











































