Karpet dari Serat Gedebog Pisang Mendunia! Tembus Pasar AS-Eropa

Karpet dari Serat Gedebog Pisang Mendunia! Tembus Pasar AS-Eropa

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Jumat, 06 Mar 2026 17:15 WIB
karpet dari serat batang pisang
Karpet dari serat batang pisang. Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom
Jakarta -

Karpet menjadi salah satu dekorasi yang banyak digunakan di rumah. Kalau biasanya bahan karpet yang digunakan seperti wol, katun, poliester, yang satu ini justru dari batang pisang alias gedebog pisang.

Karpet yang diproduksi oleh perusahaan yang berbasis di Palembang, Celia Carpet & Interior, ini menggunakan serat yang berasal dari batang pisang. Bukan pisang pada umumnya yang dipakai, melainkan pisang abaka. Pisang abaka banyak tumbuh di Filipina, tapi juga bisa dibudidayakan di Indonesia seperti di Pulau Sulawesi, Sumatera, serta Jawa.

Menariknya, karpet tersebut justru laris di pasar ekspor seperti di Amerika hingga Eropa. Sementara untuk pasar lokal, sebagian besar dikirimkan ke Bali.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"(Ekspor) Amerika, Eropa. Kalau sekarang ini bisa dibilang hampir 50-60 persen ke Amerika masih. Sisanya yang kayak Eropa, Perancis, Jerman, Turki. Dan bukan kita sengaja, untuk lokal itu mungkin sekitar 10-20 persen dan itu banyaknya ke Bali karena cocok sama temanya," ujar Managing Director Celia, Alvin Prayudhi kepada detikcom di pameran IFEX 2026, ICE BSD City, Kamis (5/3/2026).

Alvin bercerita, usahanya ini merupakan usaha keluarga yang sudah dimulai sejak 1986. Ia sendiri merupakan generasi kedua setelah ayahnya.

ADVERTISEMENT

Ayah Alvin yang dulunya sempat bekerja sebagai supplier di salah satu perusahaan BUMN, bertekad untuk menciptakan lapangan kerja. Akhirnya ia membuat pabrik untuk menciptakan lapangan kerja.

Pada awal berdiri, perusahaan itu belum diberi nama Celia dan masih berkutat pada pabrik furniture rotan serta berorientasi untuk mengekspor. Ketika ada peraturan yang dikeluarkan pemerintah untuk pembatasan ekspor rotan, ayah Alvin putar otak dan mulai mengembangkan karpet dari kayu.

"Terus berjalan dengan waktu, terus kita juga pengembangan produk menjadi karpet serat. Karpet serat ini dicari setelah melalui beberapa proses, bahan serat yang paling kuat itu adalah serat pisang. Serat pisang jenis abaka," ungkapnya.

karpet dari serat batang pisangSerat batang pisang abaka Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom

Pada 2005, perusahaan tersebut akhirnya diberi nama Celia karena mulai masuk di pasar lokal. Nama itu terinspirasi dari kakak Alvin yang bernama Selly. Perusahaan tersebut juga sudah mengalami beberapa jatuh bangun, seperti pada saat krisis moneter 1998, krisis keuangan global pada 2008, serta pandemi COVID-19 pada 2020.

Alvin sendiri mulai membantu usaha tersebut sejak 2008 dan terus mengembangkannya hingga saat ini. Untuk pembuatan karpet serat batang pisang, Alvin mengambil bahan dari Sulawesi, Aceh, serta Jawa.

Tak hanya karpet dari serat gedebog pisang, Alvin juga memiliki produk karpet dari kayu seperti kayu akasia, sungkai, kayu menggeris, serta kayu karet. Ia juga memproduksi tatakan makan, baik yang terbuat dari serat batang pisang maupun kayu.

karpet dari serat batang pisangContoh tatakan makan yang terbuat dari serat batang pisang abaka. Foto: Almadinah Putri Brilian/detikcom

Perawatan Karpet dari Gedebog Pisang

Untuk perawatannya cukup mudah. Apabila ada noda, bisa segera dibersihkan dengan lap lembap, semprotan pembersih karpet serta cukup dibersihkan pakai penyedot debu atau vacuum cleaner.

"Itu jangan direndam air karena warna sama teksturnya itu kalau kelamaan bisa berubah. Jadi dilap-lap basah gitu aja masih oke sih. Jadi kalau kena sabun pakai lap-lap mungkin sedikit aja terus langsung cepat dikeringin, itu masih nggak apa-apa," jelasnya.

Harga Karpet dari Gedebog Pisang

Untuk harga jualnya cukup beragam, tergantung dari bahan serta kerumitan pengerjaannya. Untuk pengerjaannya sendiri bisa memakan waktu sebulan, mulai dari bahan mentah hingga menjadi karpet.

"Harganya dari Rp 1,6 juta sampai Rp 6 juta per meternya. Ukuran bisa bebas ukuran berapa saja," tuturnya.

(abr/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads