Pengusaha Asal RI Mau Jual Mal di Sydney, Segini Kisaran Nilainya

Pengusaha Asal RI Mau Jual Mal di Sydney, Segini Kisaran Nilainya

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Senin, 26 Okt 2026 13:30 WIB
Mal di Sydney punya pengusaha asal RI
Mal di Sydney punya pengusaha asal RI. Foto: Dok. One Global Capital
Jakarta -

Pengusaha asal Indonesia yang punya pusat perbelanjaan di Sydney, Australia, Iwan Sunito membuka opsi untuk menjual aset tersebut. Hal itu seiring dengan kenaikan valuasi yang signifikan yaitu 69 persen dari nilai akuisisi awal.

One Grand Eastlakes Shopping Centre, mal milik One Global Capital, diakuisisi pada akhir 2024 senilai AU$19,5 juta atau sekitar Rp 248 miliar (kurs Rp 12.739). Properti komersial ini mengalami kenaikan valuasi menjadi AU$33 juta (Rp 420 miliar) pada akhir 2025. Hal ini meningkat AU$13,5 juta atau sekitar 69 persen dari nilai akuisisi awal.

Pada 2026, CBRE mencatat nilai properti mencapai AU$38 juta (Rp 483 miliar), naik AU$5 juta atau sekitar 15 persen dibandingkan valuasi di akhir 2025. Secara keseluruhan, nilai One Grand Eastlakes Shopping Centre telah meningkat AU$18,5 juta atau sekitar 95 persen sejak diakuisisi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Chairman dan Group CEO One Global Capital, Iwan Sunito, perkembangan One Grand Eastlakes ini berkaitan dengan strategi yang dirancang sejak awal akuisisi.

"Sejak awal, kami menyusun strategi dengan mempertimbangkan fundamental aset, potensi pendapatan, serta peluang peningkatan nilai dalam jangka waktu investasi yang direncanakan. Perkembangan valuasi ini menjadi salah satu indikator yang perlu dievaluasi bersama kinerja operasional dan kondisi pasar," tuturnya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (26/10/2026).

ADVERTISEMENT

Selain itu, tingkat okupansi di mal tersebut mencapai 100 persen yang beberapa di antaranya merupakan tenant-tenant berkualitas tinggi (triple-A tenants) seperti Aldi, Australia Post, dan Woolworths. Tak hanya itu, omzet bulanan Woolworths pun mengalami peningkatan dari sekitar AU$150.000 menjadi lebih dari AU$520.000 sejak awal pengambilalihan.

Managing Agent dari Strathfield Partners Rob Pignataro menilai realisasi nilai aset mal tersebut bisa sampai AU$46 juta atau Rp 585 miliar. Rob yang memang sudah ditunjuk untuk memasarkan dan menjual mal tersebut menyoroti keunikan One Grand Eastlakes di pasar properti ritel Sydney.

"Sangat jarang sebuah pusat perbelanjaan dengan luas 3.300 m² seperti One Grand Eastlakes memiliki penyewa berkualitas tinggi (triple-A tenants) seperti Aldi, Australia Post, dan Woolworths. Dengan karakteristik dan kualitas penyewa tersebut, estimasi nilai pasar properti ini berada di kisaran AU$40 juta (Rp 509 miliar) hingga AU$46 juta (Rp 585 miliar)," ujar Rob Pignataro.

Rencana divestasi ini merupakan bagian dari mandat investasi (investment mandate) yang telah ditetapkan sejak awal, yakni periode kepemilikan selama tiga tahun dengan tujuan merealisasikan nilai investasi dan mengembalikan modal kepada para investor (sell and return).

One Grand Eastlakes Shopping Centre dirancang sebagai investasi dengan kepemilikan hingga akhir 2027. Seiring dengan perkembangan valuasi aset dan prospek realisasi nilai yang semakin terbuka, One Global Capital kini mempertimbangkan sejumlah opsi strategis bersama para pemegang saham untuk menentukan langkah yang paling optimal bagi kepentingan investor.

Selain opsi penjualan, perusahaan juga membuka kemungkinan memperpanjang periode kepemilikan hingga satu tahun. Opsi ini dapat dipertimbangkan apabila para pemegang saham menilai bahwa tambahan waktu berpotensi memberikan ruang untuk mengoptimalkan nilai aset dan hasil investasi.

Pasar Properti Komersial Australia

Berdasarkan data CBRE Australia, investasi properti komersial di Australia pada semester pertama 2026 meningkat 16% secara tahunan menjadi AU$19 miliar. Di sektor ritel, pusat perbelanjaan yang melayani kebutuhan sehari-hari, memiliki karakteristik yang berbeda dibanding pusat belanja yang menawarkan hiburan dan gaya hidup.

Kehadiran tenant supermarket dan penjual kebutuhan pokok, berpotensi mendukung arus kunjungan yang relatif konsisten, meskipun kinerja setiap aset tetap dipengaruhi lokasi, persaingan, kondisi penyewa, dan struktur sewa. Bagi investor Indonesia yang mempertimbangkan diversifikasi ke luar negeri, memahami karakteristik aset dan risiko pasar menjadi sama pentingnya dengan melihat potensi apresiasi modal.

Menurut Director Commercial Services di Savills Indonesia, Fitri Himlan, properti ritel berbasis komunitas menarik bagi investor Indonesia karena segmen ini didukung oleh kebutuhan sehari-hari masyarakat dan potensi pendapatan sewa yang berulang (recurring income).

"Dalam menilai properti ritel berbasis komunitas (community retail asset), investor perlu melihat lebih dari sekadar lokasi. Kualitas dan keberlanjutan bisnis penyewa, kesesuaian tenant mix dengan kebutuhan masyarakat sekitar, tingkat okupansi, serta potensi pertumbuhan pendapatan sewa menjadi faktor penting. Bagi investor Indonesia yang ingin melakukan ekspansi ke pasar Australia, aset seperti ini dapat menawarkan peluang untuk memperoleh pendapatan sewa yang relatif stabil, sepanjang didukung oleh fundamental lokasi dan pengelolaan aset yang baik," ujar Fitri Hilman.

Berdasarkan perspektif tersebut, daya tarik investasi lintas negara tidak seharusnya dinilai hanya dari kenaikan valuasi. Investor juga perlu memahami risiko nilai tukar, biaya pendanaan, pajak, biaya pengelolaan, serta likuiditas saat aset akan dijual.

Rencana Peluncuran Proyek Baru

Dampak kinerja mal tersebut tidak hanya tercermin pada perkembangan valuasi. Menurut Iwan Sunito, pihaknya kini mulai mendapat banyak pertanyaan dari calon investor mancanegara, seperti dari Timur Tengah ataupun Amerika Serikat, yang tertarik menjajaki peluang investasi bersama One Global Capital.

Ketertarikan tersebut menjadi salah satu pertimbangan One Global Capital dalam mempersiapkan proyek berikutnya. Salah satunya dengan rencana peluncuran proyek terbaru di Sydney, One Five Dock, pada pertengahan 2027.

"Kami melihat adanya peluang untuk membawa momentum ini ke tahap berikutnya melalui One Five Dock Masterplan Project. Kami ingin memberikan kesempatan kepada para investor untuk menjajaki peluang baru melalui portofolio kami, dengan tetap mengedepankan fundamental aset dan disiplin investasi," tutur Iwan.



(abr/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads