Di salah satu tebing di Mesa Verde, Colorado Amerika Serikat terdapat jejak permukiman kuno yang diperkirakan sudah ada sejak 1.000 Mahesi. Menariknya permukiman ini bukan berada di atas atau di bawah tebing, tapi di ceruk tebingnya.
Penghuni dari rumah-rumah yang ada di tebing itu adalah bangsa Pueblo.
Dilansir dari National Park Services, diperkirakan hunian di ceruk tebing itu banyak dibangun antara 1180-1300 Masehi. Hunian ini diperkirakan menjadi bangunan terakhir yang dibangun di Mesa Verde sebelum penduduknya migrasi.
Bangsa Pueblo dulu membangunnya dengan sangat baik, memanfaatkan ceruk yang sudah terbentuk karena alam dan membuat hunian dari bebatuan. Bahkan terdapat ruang keluarga, area untuk menyimpan makanan, serta kiva atau tempat berbentuk bulat yang digunakan untuk upacara dan pertemuan komunitas.
Di dalam ceruk tersebut, ada banyak jenis-jenis rumahnya. Eits, tapi jangan dibayangkan seperti rumah pada umumnya yang satu rumah terdiri satu keluarga, di sana rumahnya bisa cukup untuk satu komunitas. Berikut ini informasinya.
Rumah Balkoni atau Balcony House
Rumah tipe ini berukuran sedang dan memiliki 38 ruangan serta dua kiva. Dulunya, rumah ini bisa dihuni hingga 30 orang.
Nama Rumah Balkoni ini diambil karena adanya balkon-balkon di sana. Balkon semacam ini merupakan fitur umum dalam arsitektur masyarakat Pueblo kuno, namun jarang ditemukan dalam kondisi utuh karena dulunya dibuat dari bahan plester dan kayu.
Balcony House terbagi menjadi dua area terbuka utama yang dihubungkan oleh sebuah lorong sempit. Hal ini membuat para arkeolog meyakini bahwa hunian tersebut mungkin ditempati oleh dua kelompok sosial yang berbeda, kemungkinan besar keluarga besar.
Ceruk tempat Balcony House dibangun menghadap ke arah timur laut, yang menjadikannya tempat yang cukup dingin selama musim dingin. Namun, lokasi ini juga memberikan akses mudah ke dua mata air di dekatnya.
Cliff Palace
Cliff Palace merupakan hunian tebing paling besar di Amerika Utara. Di dalamnya ada 150 ruangan dan 23 kiva, bakan bisa dihuni lebih dari 100 orang!
Cliff Palace bukanlah sebuah istana, melainkan desa seperti desa-desa lainnya, hanya saja dengan ukuran yang lebih besar. Luasnya ruang yang tersedia di ceruk tebing yang besar ini memungkinkan Cliff Palace memiliki area publik di samping area tempat tinggal.
Salah satu buktinya adalah jumlah kiva yang ada. Sebagian besar desa memiliki satu kiva untuk setiap enam ruangan, sementara di Cliff Palace terdapat satu kiva untuk setiap tiga ruangan!
Hal ini kemungkinan menunjukkan bahwa, karena ukurannya yang besar, desa ini berkembang menjadi pusat kegiatan publik bagi hunian-hunian lain di sekitar tebing tersebut. Bagian atas kiva dapat berfungsi sebagai alun-alun kecil atau halaman, dengan ruang-ruang pribadi di bagian bawahnya yang dapat diakses melalui tangga.
Long House
Long House merupakan hunian tebing terbesar kedua di Mesa Verde setelah Cliff Palace. Di dalamnya ada 150 ruangan dan 21 kiva yang bisa dihuni oleh lebih dari 100 orang. Kiva yang luas ini bisa terbilang jarang pada 1200-an, tapi jadi elemen utama hampir di setiap desa Pueblo selama berabad-abad setelahnya.
Di sana juga ada sumber mata air yang menjadi salah satu faktor menjadikannya hunian.
Spruce Tree House
Selanjutnya ada Spruce Tree House, hunian terbesar ketiga di Mesa Verde. Situs ini juga menjadi situs budaya leluhur Pueblo yang paling terjaga dengan baik di Mesa Verde.
Di sana ada bangunan tempat tinggal setinggi tuga lantai, dindingnya dilapisi plester, serta atap kayu berusia 700 tahun. Sebanyak 90 persen yang terlihat di sana masih sama seperti aslinya.
Secara keseluruhan, di sini ada 130 ruangan, delapan kiva, dan dulunya dihuni sekitar 60-80 orang. Untuk tetap bisa hidup, mereka mengandalkan mata air besar yang ada di dekat hunian sebagai sumber air.
Step House
Selanjutnya ada Step House. Masyarakat menghuni Step House dalam dua periode waktu yang berbeda, yang ditandai oleh dua gaya arsitektur yang khas yaitu pithouse atau rumah yang setengah berada di bawah tanah dan setengahnya ada di atas tanah.
Pithouse di sana dibangun pada 700 Masehi dan hunian tebing dari susunan batu dibangun sekitar 1200 Masehi. Dalam rentang waktu lima abad, penduduk silih berganti dan penghuni-penghuni yang baru mengalihfungsikan beberapa pithouse.
Di Step House ada 27 ruangan dan tiga kiva. Diperkirakan ada belasan hingga puluhan orang yang tinggal di sana.
Seiring berjalannya waktu, penghuni pergi meninggalkan Mesa Verde satu per satu. Kini, area yang dulunya ramai penghuni telah menjadi kota mati dengan peninggalan bangunan yang kaya akan cerita.
Area Mesa Verde ini diresmikan sebagai Taman Nasional pada 1906. Desa ini juga resmi masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1978.
(abr/das)