Sebuah permukiman yang ada di ceruk tebing dulunya ramai ditempati namun perlahan ditinggalkan. Ini yang dialami di kawasan Mesa Verde, Colorado, Amerika Serikat.
Kawasan itu dulunya dihuni oleh orang-orang Pueblo pada 500-1300 Masehi sebelum akhirnya benar-benar ditinggalkan. Tempat tinggalnya pun unik yaitu di ceruk tebing, tapi ada juga yang di bagian atas tebing serta lembah.
Mereka tinggal di Mesa Verde karena lingkungannya yang mendukung, juga ceruk di tebing yang memungkinkan menjadi tempat tinggal. Meski tinggal di ceruk tebing, mereka tetap bisa mendapatkan air bersih karena ada berbagai sumber air seperti mata air serta menampung air hujan dan lelehan salju.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, tanah di sana juga subur sehingga bisa untuk bercocok tanam. Dilansir dari National Park Services, bangsa Pueblo dulunya makan jagung, kacang-kacang serta labu-labuan. Agar makanan tetap awet selama musim dingin, mereka menyimpannya di dalam rumah mereka.
Namun, tiba saatnya ketika para penduduk bermigrasi atau melakukan perpindahan untuk mendapatkan tempat yang lebih baik, dekat dengan keluarga, dan lainnya. Memang, ini hal yang lumrah terjadi tapi kala itu ada alasan lain yang membuat para penduduk tidak lagi menghuni Mesa Verde.
Tahun 1200-an, kekeringan berkepanjangan terjadi di sana. Belum lagi adanya keterbatasan sumber daya alam serta perubahan sosial membuat masyarakat perlahan-lahan tak lagi tinggal di sana.
Setelah lama tak dihuni, Mesa Verde akhirnya ditemukan kembali oleh para penjelajah dan peneliti. Pada 1874, William Henry Jackson mengambil foto-foto awal rumah tebing yang membantu memperkenalkan Mesa Verde kepada masyarakat luas.
Pada 1906, Mesa Verde diresmikan sebagai Taman Nasional pada 1906 untuk dijaga kelestariannya. Desa ini juga resmi masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1978.
