Rumah-Rumah Ini Menempel di Tebing, Dulu Dihuni Bangsa Kuno Ratusan Orang

Rumah-Rumah Ini Menempel di Tebing, Dulu Dihuni Bangsa Kuno Ratusan Orang

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Rabu, 21 Okt 2026 08:06 WIB
Mesa Verde
Foto: National Park Services
Jakarta -

Sebuah permukiman kuno yang diperkirakan berusia ribuan tahun berada di sebuah tebing. Permukiman itu bukan hanya ada di bagian atas tebing saja, tetapi juga di ceruk dan lembahnya.

Permukiman kuno itu ada di Mesa Verde, Colorado, Amerika Serikat. Diperkirakan, permukiman itu dulunya dihuni oleh bangsa Pueblo pada 500-1300 Masehi.

Dilansir dari National Park Services, awalnya rumah yang dibangun masih sangat sederhana yaitu hunian semi bawah tanah atau pithouse. Lama-lama, struktur-struktur batu yang besar dibangun dan diperluas dari generasi ke generasi di atas dataran tinggi (mesa) serta di ceruk-ceruk tebing.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Infrastruktur permukiman tersebut mencakup reservoir air, teras untuk bercocok tanam, menara yang digunakan untuk berbagai keperluan, serta jalur yang dipahat sebagai sarana mobilitas sehari-hari.

Permukiman di setiap tebingnya memiliki ciri khasnya masing-masing. Berikut ini informasinya.

ADVERTISEMENT

Mesa Top

Mesa Top di Mesa VerdeMesa Top di Mesa Verde Foto: National Park Services

Di bagian Mesa Top atau atas tebing, merupakan bagian yang banyak dibangun permukiman karena tanahnya rata, subur, dan ada air hujan serta sinar matahari yang melimpah. Pembangunan rumah di sana sekitar 550 Masehi hingga 1200 Masehi sebelum akhirnya masyarakat pindah.

Ceruk Tebing

Mesa VerdeMesa Verde Foto: National Park Services

Hunian di ceruk tebing banyak dibangun antara 1180-1300 Masehi. Bangsa Pueblo dulu membangunnya dengan sangat baik, memanfaatkan ceruk yang sudah terbentuk karena alam dan membuat hunian dari bebatuan. Bahkan terdapat ruang keluarga, area untuk menyimpan makanan, serta kiva atau tempat upacara maupun berkumpul.

Di ceruk tebing ini, ada berbagai tipe rumah, yaitu:

1. Balcony House

Seperti namanya, tipe rumah ini memiliki balkon yang menjadi fitur utama dalam arsitektur masyarakat Pueblo kuno, namun jarang ditemukan dalam kondisi utuh karena dulunya dibuat dari bahan plester dan kayu.

Rumah tersebut memiliki 38 ruangan dan dua kiva atau tempat berbentuk bulat yang digunakan untuk upacara atau pertemuan komunitas. Di sana bisa dihuni hingga 30 orang.

2. Cliff Palace

Cliff Palace merupakan hunian tebing paling besar di Amerika Utara. Di dalamnya ada 150 ruangan dan 23 kiva, bakan bisa dihuni lebih dari 100 orang!

3. Long House

Long House merupakan hunian tebing terbesar kedua di Mesa Verde setelah Cliff Palace. Di dalamnya ada 150 ruangan dan 21 kiva yang bisa dihuni oleh lebih dari 100 orang. Kiva yang luas ini bisa terbilang jarang pada 1200-an, tapi jadi elemen utama hampir di setiap desa Pueblo selama berabad-abad setelahnya.

4. Spruce Tree House

Ini merupakan hunian terbesar ketiga di Mesa Verde. Secara keseluruhan, di sini ada 130 ruangan, delapan kiva, dan dulunya dihuni sekitar 60-80 orang. Untuk tetap bisa hidup, mereka mengandalkan mata air besar yang ada di dekat hunian sebagai sumber air.

5. Step House

Pithouse di sana dibangun pada 700 Masehi dan hunian tebing dari susunan batu dibangun sekitar 1200 Masehi. Dalam rentang waktu lima abad, penduduk silih berganti dan penghuni-penghuni yang baru mengalihfungsikan beberapa pithouse.

Di Step House ada 27 ruangan dan tiga kiva. Diperkirakan ada belasan hingga puluhan orang yang tinggal di sana.

Bagian Lembah Tebing

Areanya yang lebih rendah dan datar ini memberikan akses yang lebih mudah ke lahan pertanian. Leluhur Pueblo yang tinggal di lembah ini bisa bepergian ke desa-desa lain untuk keperluan perdagangan, kunjungan keluarga, maupun pertemuan budaya.

Sayangnya, mereka yang tinggal di lembah ini ketergantungan akan curah hujan dan mata air sebagai sumber air. Hal ini mengakibatkan kurangnya ketersediaan air. Tak heran, area lembah ini yang paling dulu ditinggalkan dibandingkan area lainnya.

Alasan Masyarakat Pergi Meninggalkan Mesa Verde

Mesa Verde dijadikan sebagai tempat tinggal oleh bangsa Pueblo bukan tanpa alasan. Meski ada yang tinggal di ceruk tebing, tetapi ada sumber air bersih. Selain itu, tanahnya yang subur cocok untuk dijadikan pertanian dan perkebunan. Dulunya, bangsa Pueblo makan jagung, kacang-kacang serta labu-labuan

Namun, tiba saatnya ketika para penduduk bermigrasi atau melakukan perpindahan untuk mendapatkan tempat yang lebih baik, dekat dengan keluarga, dan lainnya. Memang, ini hal yang lumrah terjadi tapi kala itu ada alasan lain yang membuat para penduduk tidak lagi menghuni Mesa Verde.

Tahun 1200-an, kekeringan berkepanjangan terjadi di sana. Belum lagi adanya keterbatasan sumber daya alam serta perubahan sosial membuat masyarakat perlahan-lahan tak lagi tinggal di sana.

Setelah lama tak dihuni, Mesa Verde akhirnya ditemukan kembali oleh para penjelajah dan peneliti. Pada 1874, William Henry Jackson mengambil foto-foto awal rumah tebing yang membantu memperkenalkan Mesa Verde kepada masyarakat luas.

Pada 1906, Mesa Verde diresmikan sebagai Taman Nasional pada 1906 untuk dijaga kelestariannya. Desa ini juga resmi masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1978.

Halaman 2 dari 2
(abr/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads