×
Ad

Jejak Hidup di Kota Mati

Bukan di Atas Tanah, Permukiman Kuno Ini Dibangun di Ceruk Tebing!

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Selasa, 20 Okt 2026 07:03 WIB
Mesa Verde. Foto: National Park Services
Jakarta -

Kalau biasanya rumah dibangun di atas tanah, yang satu ini justru ada di ceruk tebing. Bukan hanya satu bangunan rumah, tapi satu permukiman!

Namanya adalah Mesa Verde, yang ada di Colorado, Amerika Serikat. Dilansir dari National Park Service, dulu kawasan tersebut dihuni oleh orang-orang Pueblo sekitar 500-1300 Masehi.

Area tersebut silih berganti dihuni oleh keturunan-keturunan bangsa Pueblo. Pada awalnya, rumah yang dibangun masih sangat sederhana yaitu hunian semi bawah tanah atau pithouse. Lama-lama, struktur-struktur batu yang besar dibangun dan diperluas dari generasi ke generasi di atas dataran tinggi (mesa) serta di ceruk-ceruk tebing.

Infrastruktur permukiman tersebut mencakup reservoir air, teras untuk bercocok tanam, menara yang digunakan untuk berbagai keperluan, serta jalur yang dipahat sebagai sarana mobilitas sehari-hari.

Bagian tebing yang dipakai tidak hanya ceruk-ceruknya saja, tetapi bagian atasnya juga. Justru bagian atas tebing juga banyak dibangun permukiman karena tanahnya rata, tanah yang subur, sinar matahari yang melimpah hingga air hujan.

Ada bagian-bagian Mesa yang dibangun permukiman, yaitu di ceruk tebing, bagian atas tebing atau mesa top, dan di area lembah.

Mesa Top

Di atas Mesa, terdapat pithouse yang dibangun pada 550 Masehi. Pembangunan di sana terus dilakukan hingga 1200 Masehi, dengan bangunan terakhir yang dibangun yaitu Kuil Matahari (Sun Temple) yang belum sempat diselesaikan karena penduduk yang membangunnya sudah pindah.

Selain permukiman, ada juga Cedar Tree House yang dibangun sekitar tahun 1100-1300 Masehi. Belum diketahui pasti bangunan ini digunakan untuk apa, tapi yang jelas Cedar Tree House berhubungan dengan kiva atau tempat berbentuk bulat yang digunakan untuk upacara dan pertemuan komunitas. Banyak juga yang mengir bahwa menara ini digunakan sebagai sistem komunikasi.

Selanjutnya ada Far View, area yang paling ramai dihuni. Setidaknya ada 35 desa yang dihuni, lahan pertanian, serta perkebunan dalam area seluas setengah mil tersebut.

Di Ceruk Tebing

Selain di atas tebing, ada juga permukiman di ceruk tebing. Diperkirakan, hunian di sini banyak dibangun antara 1180-1300 Masehi. Hunian ini diperkirakan menjadi bangunan terakhir yang dibangun di Mesa Verde sebelum penduduknya migrasi.

Bangsa Pueblo dulu membangunnya dengan sangat baik, memanfaatkan ceruk yang sudah terbentuk karena alam dan membuat hunian dari bebatuan. Bahkan terdapat ruang keluarga, area untuk menyimpan makanan, serta kiva.

Rumah-rumah di ceruk tebing ini ada banyak jenisnya, bahkan bisa dihuni hingga 100 orang lebih.

Bagian Lembah Tebing

Area di sini salah satu yang terbesar di Mesa Verde. Areanya yang lebih rendah dan datar ini memberikan akses yang lebih mudah ke lahan pertanian. Leluhur Pueblo yang tinggal di lembah ini bisa bepergian ke desa-desa lain untuk keperluan perdagangan, kunjungan keluarga, maupun pertemuan budaya.

Sayangnya, mereka yang tinggal di lembah ini ketergantungan akan curah hujan dan mata air sebagai sumber air. Hal ini mengakibatkan kurangnya ketersediaan air. Tak heran, area lembah ini yang paling dulu ditinggalkan dibandingkan area lainnya.

Area Mesa Verde ini diresmikan sebagai Taman Nasional pada 1906. Desa ini juga resmi masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO pada 1978.




(abr/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork