Proyek pembangunan ballroom yang diinisiasi oleh Presiden Donald Trump mendapat banyak dukungan dari perusahaan besar AS. Jutaan dolar disumbangkan untuk menyokong anggaran pembangunan.
Dilansir CNBC, raksasa teknologi Nvidia dan Cisco mengonfirmasi pada Kamis (15/10/2026) bahwa telah menyumbangkan jutaan dolar untuk proyek renovasi ballroom Gedung Putih.
Menurut laporan dari The Washington Post, dana yang disumbangkan Jensen Huang melalui Nvidia US$ 25 juta atau Rp 450 miliar (kurs Rp 18.031). Apple juga memberikan sumbangan dengan jumlah yang sama dengan Nvidia. Itu adalah nilai sumbangan terbesar di antara perusahaan lain yang apabila ditotal mencapai lebih dari US$ 330 juta atau Rp 5,9 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami bangga dapat memberikan donasi kepada yayasan nonpartisan yang melayani semua warga Amerika dan telah menyatakannya secara terbuka sejak donasi tersebut diberikan," kata juru bicara Nvidia, dikutip detikcom Senin (19/10/2026).
Selain itu, Amazon, Palantir, ServiceNow, platform Meta, dan Microsoft juga memberikan sumbangan jutaan dolar. Microsoft dan Meta menolak berkomentar mengenai laporan tersebut. Cisco dan ServiceNow mengkonfirmasi donasi mereka sebesar US$ 5 juta atau Rp 90 miliar.
Menurut The Post donasi tersebut dikirim melalui sebuah yayasan nirlaba dan para donatur menerima formulir janji donasi untuk menyumbang ke Donald J. Trump Ballroom. Sampai akhir September, diketahui sudah ada 67 sumbangan di atas US$ 10.000 atau Rp 180 juta.
Di satu sisi, anggota parlemen dan ahli telah berulang kali mengkritik sumbangan untuk proyek tersebut. Merekamendesak adanya transparansi soal informasi para donatur swasta. Beberapa pihak juga telah menyuarakan kekhawatiran tentang potensi pengaruh komitmen terhadap keputusan kebijakan atau pemberian kontrak federal apa pun.
Para pemimpin teknologi sebagian besar mendukung pendekatan pro-bisnis Trump yang lunak terhadap antimonopoli dan regulasi. Beberapa perusahaan telah mengamankan kontrak senilai ratusan juta dolar melalui infrastruktur kecerdasan buatan atau AI dan kesepakatan pertahanan selama masa jabatan keduanya.
Ada pun, pembangunan ballroom itu diperkirakan akan memakan biaya sebesar US$ 200 juta, atau setara Rp 3,6 triliun.
Tujuan pembangunan ballroom Gedung Putih adalah sebagai tempat penyelenggaraan acara-acara resmi dan penting bagi para pemimpin asing yang berkunjung ke Gedung Putih
Pembangunan ballroom ini menjadi salah satu proyek besar Trump untuk mewujudkan ambisinya merenovasi Gedung Putih sesuai dengan seleranya.
(aqi/das)
