Geger 'Kuburan' Kulkas, 50.000 Unit Rusak Menumpuk!

Geger 'Kuburan' Kulkas, 50.000 Unit Rusak Menumpuk!

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Minggu, 11 Okt 2026 13:14 WIB
Rows of discarded fridges at the dump.
Ilustrasi 'kuburan' kulkas. Foto: Getty Images/LivingImages
Jakarta -

Pemandangan tak biasa ditemukan di Inggris dan Wales yaitu adanya 'kuburan' kulkas. Lebih dari 50.000 kulkas tak terpakai terdampar di tempat pembuangan sebelum diolah lebih lanjut.

Kulkas yang sudah tidak dipakai biasanya akan diambil oleh pemerintah setempat untuk kemudian didaur ulang sebelum benar-benar diolah lebih lanjut agar lebih aman untuk dibuang. Namun, setahun belakangan ini, beberapa perusahaan daur ulang tidak bisa mengolah sampah kulkas tersebut.

Dikutip dari BBC, seperti contohnya di Norfolk, Inggris, pemerintah daerah setempat memiliki 19 pusat daur ulang, tapi karena keadaan, hanya tujuh yang bisa beroperasi dan masih bisa menerima sampah kulkas. Salah satu pusat daur ulang disana dilanda kebakaran sehingga tidak mengolah sampah kulkas lebih lanjut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tidak hanya itu, ada juga karena salah satu perusahaan yang memiliki tempat daur ulang terbanyak di Britania Raya mengajukan proses likuidasi pada 2025 sehingga tidak bisa memproses daur ulang kulkas.

Ditambah lagi, gelombang panas yang sempat melanda Eropa beberapa waktu lalu juga menambah kulkas serta freezer yang perlu dibuang. Pada saat terjadi gelombang panas, umumnya kulkas dan freezer bekerja lebih keras agar suhu tetap dingin untuk menjaga makanan supaya tidak cepat basi atau rusak. Apabila alat elektronik itu bekerja terlalu keras secara terus menerus, maka akan semakin cepat rusak.

ADVERTISEMENT

Pengelolaan sampah kulkas di Britania Raya tidak bisa sembarangan, harus diolah terlebih dahulu karena kulkas dan freezer mengandung bahan kimia berbahaya.

Pemerintah daerah setempat, sudah meminta pemerintah pusat untuk membantu mengatasi krisis tersebut. Selain itu, anggota dewan dari partai Reform UK sekaligus anggota kabinet yang membidangi penglelolaan limbah dan daur ulang, Patrick Gould mengatakan kalau kapasitas penyimpanan limbah kulkas ini sudah overload, maka harus berhenti terlebih dahulu sebelum mengambil limbah lainnya.

"Pemerintah pusat atau menteri terkait perlu menangani masalah ini dan segera menyediakan perusahaan yang tepat untuk mengolah kembali atau mendaur ulang produk-produk tersebut sesegera mungkin," katanya, dikutip dari BBC.



(abr/abr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads