Pemandangan tak biasa ditemukan di Inggris dan Wales yaitu adanya 'kuburan' kulkas. Lebih dari 50.000 kulkas tak terpakai terdampar di tempat pembuangan sebelum diolah lebih lanjut.
Kulkas yang sudah tidak dipakai biasanya akan diambil oleh pemerintah setempat untuk kemudian didaur ulang sebelum benar-benar diolah lebih lanjut agar lebih aman untuk dibuang. Namun, setahun belakangan ini, beberapa perusahaan daur ulang tidak bisa mengolah sampah kulkas tersebut.
Dikutip dari BBC, seperti contohnya di Norfolk, Inggris, pemerintah daerah setempat memiliki 19 pusat daur ulang, tapi karena keadaan, hanya tujuh yang bisa beroperasi dan masih bisa menerima sampah kulkas. Salah satu pusat daur ulang disana dilanda kebakaran sehingga tidak mengolah sampah kulkas lebih lanjut.
Tidak hanya itu, ada juga karena salah satu perusahaan yang memiliki tempat daur ulang terbanyak di Britania Raya mengajukan proses likuidasi pada 2025 sehingga tidak bisa memproses daur ulang kulkas.
Ditambah lagi, gelombang panas yang sempat melanda Eropa beberapa waktu lalu juga menambah kulkas serta freezer yang perlu dibuang. Pada saat terjadi gelombang panas, umumnya kulkas dan freezer bekerja lebih keras agar suhu tetap dingin untuk menjaga makanan supaya tidak cepat basi atau rusak. Apabila alat elektronik itu bekerja terlalu keras secara terus menerus, maka akan semakin cepat rusak.
Pengelolaan sampah kulkas di Britania Raya tidak bisa sembarangan, harus diolah terlebih dahulu karena kulkas dan freezer mengandung bahan kimia berbahaya.
Pemerintah daerah setempat, sudah meminta pemerintah pusat untuk membantu mengatasi krisis tersebut. Selain itu, anggota dewan dari partai Reform UK sekaligus anggota kabinet yang membidangi penglelolaan limbah dan daur ulang, Patrick Gould mengatakan kalau kapasitas penyimpanan limbah kulkas ini sudah overload, maka harus berhenti terlebih dahulu sebelum mengambil limbah lainnya.
"Pemerintah pusat atau menteri terkait perlu menangani masalah ini dan segera menyediakan perusahaan yang tepat untuk mengolah kembali atau mendaur ulang produk-produk tersebut sesegera mungkin," katanya, dikutip dari BBC.
Simak Video "Video: 'Revolusi Pengelolaan Sampah' ala Walkot Solo Respati Ardi"
(abr/abr)