Kebakaran hingga Perusahaan Tutup, Ini Penyebab Munculnya 'Kuburan Kulkas'

Kebakaran hingga Perusahaan Tutup, Ini Penyebab Munculnya 'Kuburan Kulkas'

Almadinah Putri Brilian - detikProperti
Minggu, 11 Okt 2026 14:43 WIB
http://i895.photobucket.com/albums/ac158/jameswhittaker_bucket/iStockBanner2011ScrapMaster.jpg
Ilustrasi 'kuburan' kulkas. Foto: Getty Images/ClarkandCompany
Jakarta -

Inggris dan Wales mengalami penumpukan sampah kulkas rusak. Saking banyaknya, sampah kulkas yang ada menumpuk seolah seperti 'kuburan' kulkas.

Salah satu penyebab terjadinya penumpukan sampah kulkas rusak di sana karena pengelolaan daur ulang di sana tutup.

Tutupnya perusahaan-perusahaan daur ulang di sana membuat puluhan ribu kulkas terdampar begitu saja di tempat penampungan. Memang, di Britania Raya, tidak bisa asal membuang kulkas begitu saja, ada mekanisme yang harus dilakukan terlebih dahulu.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Biasanya, pemerintah setempat akan mengambil kulkas yang sudah tidak terpakai di rumah-rumah warga. Setelah diangkut, kulkas akan didaur ulang terlebih dahulu.

Dilansir dari BBC, secara hukum, kulkas dan freezer wajib dibuang dengan cara yang tepat untuk mencegah gas atau bahan yang digunakan dalam pembuatannya merusak lingkungan. Peralatan tersebut mengandung gas rumah kaca terfluorinasi dan bahan isolasi busa yang dapat melepaskan gas berbahaya jika tidak dibuang di fasilitas pengolahan khusus.

ADVERTISEMENT

Namun, Asosiasi Pemerintah Daerah atau Local Government Association (LGA) menyatakan bahwa terdapat kekurangan kapasitas pengolahan khusus berskala nasional akibat penutupan sejumlah fasilitas dan serangkaian insiden, termasuk kebakaran. LGA menyebutkan bahwa hal ini menyebabkan sejumlah skema kepatuhan produsen, yang mengatur serta mendanai pengumpulan dan daur ulang limbah elektronik atas nama pihak manufaktur, menunda atau menghentikan pengambilan limbah dari fasilitas milik pemerintah daerah.

Dilansir dari The Mirror, salah satu anggota LGA, Jon Hubbard, mengisyaratkan kondisi ini bisa semakin memburuk apabila tidak segera diatasi. Menumpuknya kulkas tak terpakai dalam jumlah besar ini membuat pengeluaran tak terduga pemerintah daerah semakin besar.

"Saat ini, pemerintah daerah menghadapi masalah berupa penumpukan kulkas dalam jumlah besar, dan hal itu sendiri merupakan sebuah tantangan. Selain itu, pemerintah daerah kini harus mengatur penyimpanan kulkas-kulkas tersebut serta menangani segala konsekuensinya. Dengan demikian, pemerintah daerah menghadapi beban pengeluaran tak terduga lainnya yang memberikan dampak cukup berat," katanya, dikutip dari Mirror.

Saking banyaknya limbah kulkas yang tidak tertampung, beberapa di antaranya dikirim ke Skotlandia atau negara Eropa lainnya untuk diproses lebih lanjut. Para pelaku industri memperkirakan kapasitas pengolahan tambahan di Inggris akan tersedia pada tahun 2027, namun mereka juga memperingatkan perlunya investasi jangka panjang agar sistem tersebut menjadi lebih tangguh.

Sebagai informasi, Inggris dan Wales saat ini sedang mengalami krisis daur ulang kulkas. Hal itu karena sejumlah perusahaan daur ulang tutup hingga dilanda kebakaran.

Ditambah lagi, gelombang panas yang sempat melanda Eropa beberapa waktu lalu juga menambah kulkas serta freezer yang perlu dibuang. Pada saat terjadi gelombang panas, umumnya kulkas dan freezer bekerja lebih keras agar suhu tetap dingin untuk menjaga makanan supaya tidak cepat basi atau rusak. Apabila alat elektronik itu bekerja terlalu keras secara terus menerus, maka akan semakin cepat rusak.

Pengelolaan sampah kulkas di Britania Raya tidak bisa sembarangan, harus diolah terlebih dahulu karena kulkas dan freezer mengandung bahan kimia berbahaya.

Pemerintah daerah setempat, sudah meminta pemerintah pusat untuk membantu mengatasi krisis tersebut.

(abr/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads