In This Economy, Segmen Rumah Mewah Ternyata Masih Dicari

In This Economy, Segmen Rumah Mewah Ternyata Masih Dicari

Zulfi Suhendra - detikProperti
Jumat, 09 Okt 2026 08:36 WIB
Klaster rumah mewah
Foto: Klaster rumah mewah
Jakarta -

Pasar properti residensial di tengah daya beli yang masih menjadi tantangan ternyata menunjukkan pergerakan berbeda di segmen rumah besar. Data Bank Indonesia (BI) mencatat penjualan rumah tipe besar justru tumbuh positif pada kuartal II 2026.

Dalam hasil Survei Harga Properti Residensial (SHPR), penjualan properti residensial di pasar primer secara tahunan masih mengalami kontraksi 2,36% pada kuartal II 2026. Meski demikian, angka tersebut membaik dibandingkan kuartal sebelumnya yang mengalami kontraksi hingga 25,67%.

Jika dilihat berdasarkan tipe rumah, segmen besar menjadi salah satu penopang perbaikan tersebut. Penjualan rumah tipe besar tumbuh 13,08% secara tahunan, berbalik dari kontraksi 8,03% pada kuartal I 2026. Sementara itu, penjualan rumah tipe menengah justru masih tertekan dan mencatat kontraksi 10,51%.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pergerakan harga juga menunjukkan kecenderungan serupa. Indeks harga rumah tipe besar tercatat tumbuh 0,68% secara tahunan pada kuartal II 2026, meningkat dari pertumbuhan 0,50% pada kuartal sebelumnya. Secara wilayah, kenaikan harga secara kuartalan terutama berasal dari kawasan Jabodebek-Banten yang tumbuh 0,23%.

Kondisi tersebut terjadi ketika pasar properti secara umum masih menghadapi sejumlah tantangan. Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat menyebut melemahnya daya beli, tekanan nilai tukar, risiko inflasi dan ketidakpastian global masih menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

ADVERTISEMENT

Meski begitu, jumlah masyarakat dengan kekayaan sangat tinggi di Indonesia masih berpotensi bertambah. Knight Frank sebelumnya memproyeksikan jumlah Ultra High-Net-Worth Individuals (UHNWI) di Indonesia mencapai 1.810 orang pada 2026. Populasinya juga diperkirakan tumbuh lebih dari 80% hingga 2031.

"Prospek ini didukung oleh kekayaan sumber daya alam Indonesia, pertumbuhan populasi yang kuat, proyeksi PDB yang tetap positif, dan pengembangan infrastruktur yang terus berlanjut," ujar Syarifah dikutip dari Regional Blogs Knight Frank mengenai Prediksi The Weath Report 2026 untuk Indonesia, Jumat (9/10).

Di tingkat global, residensial mewah juga masih mencatat pertumbuhan harga. Knight Frank mencatat harga residensial mewah naik 3,2% pada 2025. Angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan harga residensial secara umum yang mencapai 2,9%.

Syarifah mengatakan segmen hunian mewah memiliki karakteristik pasar yang berbeda. Salah satunya berkaitan dengan sumber pembiayaan, sehingga perubahan suku bunga tidak selalu memberikan dampak yang sama seperti pada pembeli rumah secara umum.

"Trennya mulai terlihat positif sejak tahun 2023. Saat ini, pertumbuhan harga residensial mewah (3,2%) masih melampaui pertumbuhan harga residensial secara umum di ranah global (2,9%). Kondisi ini terjadi karena segmen residensial mewah cenderung tidak terdampak oleh kenaikan suku bunga pada pembiayaan hipotek seperti KPR," kata Syarifah.

Fenomena tersebut juga terlihat di kawasan penyangga Jakarta, khususnya Jabodebek-Banten. Salah satu contohnya adalah penjualan hunian di kawasan Gading Serpong, Tangerang. Produk Altadena Residences disebut mencatat penjualan 82 unit dengan harga sekitar Rp 3,5 miliar-Rp 5,5 miliar.

Kawasan tempat hunian tersebut berada, yakni Pasadena Central District, memiliki luas sekitar 40 hektare dan terhubung dengan akses jalan Gading Serpong-BSD City. Perkembangan kawasan serta konektivitas menjadi bagian dari faktor yang turut membentuk pasar hunian di wilayah penyangga Jakarta. Mengulang sukses proyek sebelumnya, pengembang pun kian pede meluncurkan produk terbaru yakni Altadena Prime yang mulai dijual di atas Rp 4 miliar.

Data tersebut menunjukkan bahwa di tengah pasar properti yang belum sepenuhnya pulih, segmen rumah besar memiliki dinamika tersendiri. Bagi pasar hunian kelas atas, lokasi, akses, dan karakter kawasan menjadi beberapa faktor yang ikut menentukan minat konsumen.



(zlf/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads