Salah satu rumah bawah tanah tahan bencana atau kerap disebut bunker di Los Angeles, Amerika Serikat baru saja terjual sekitar US$ 4,5 juta atau setara Rp 80 miliar (kurs Rp 17.894).
Pembelinya bukan orang biasa, yakni bintang acara "Ghost Adventures", Zak Bagans. Detektif yang menyukai hal-hal mistis berusia 48 tahun itu ternyata tidak ingin langsung menempati rumah tersebut. Ia kini membukanya untuk umum, seperti museum.
Bunker ini berada di 7,9 meter di dalam tanah. Rumah tersebut telah dibangun sejak era Perang Dingin AS-Uni Soviet untuk perlindungan dari bencana nuklir pada saat itu, tepatnya pada 1978 untuk seorang filantropis dan pendiri Dawson School, menurut Koleksi Khusus UNLV, berdasarkan laporan New York Post. Yang membangun bangunan itu adalah Jay Swayze, seorang penginjil yang telah berpengalaman membuat bunker pada masa itu.
Penampakan properti di atasnya tidak mewah, tetapi memang berada di lahan yang luasnya lebih dari 1 hektare. Di dalam rumah ini terdapat lima kamar tidur dan enam kamar mandi.
Isi dari bunker ini lebih 'gila' daripada rumah di atas permukaan tanah. Bagian dalam bunker memiliki 1.358 meter persegi. Terdapat bangunan utama, kolam renang indoor, lapangan golf mini, teater, lantai dansa, bar, sauna, jacuzzi, mural yang dilukis tangan, pepohonan palsu yang dipahat, dan langit palsu yang bisa berganti menjadi gelap dan terang mengikuti waktu pagi dan malam sesungguhnya. Suasana di dalam sana disebut mirip keadaan tempat hiburan di Las Vegas di 1970-an.
Ternyata di LA memiliki bunker di bawah rumah merupakan hal yang umum. Sosok pengembang yang cukup masif membangun bunker adalah Jay Swayze yang percaya bahwa permukaan bumi suatu hari nanti bisa menjadi tidak layak huni.
Menurut arsip Universitas Nevada Las Vegas (UNLV), Swayze dan saudaranya, Kenneth, telah membangun rumah bawah tanah di Plainview, Texas, sebelum membentuk World Underground Homes Corporation. Konsep yang dikembangkan oleh Jay Swayze adalah membuat banker seperti "kapal dalam botol". Tujuan awalnya adalah untuk tempat perlindungan dari serangan nuklir pada demonstrasi 1961.
Mereka pernah mengadakan pameran untuk mengenalkan kehidupan bawah tanah sebagai sesuatu yang futuristik, aman, dan nyaman, bukan sekadar hal yang menimbulkan ketakutan. Menurut UNLV, Swayze bahkan membayangkan sekolah dan pusat perbelanjaan juga berada di bawah tanah.
Simak Video "Video Warga di Parepare Temukan Bunker Diduga Peninggalan Jepang Saat Gali Bukit"
(aqi/abr)