Tinggal di kawasan elite yang dihuni para miliarder dunia ternyata tak berarti bisa melakukan apa saja. Di Indian Creek Village, Miami, Amerika Serikat (AS), pemilik rumah wajib mengikuti sederet aturan ketat, termasuk soal luas bangunan, kolam renang hingga tinggi rumput.
Kawasan yang dikenal sebagai "Billionaire Bunker" itu merupakan pulau seluas sekitar 300 acre atau 121 hektare yang berada di lepas pantai Surfside dan Miami Beach. Sejumlah miliarder dunia diketahui memiliki rumah di kawasan tersebut, termasuk pendiri Amazon Jeff Bezos, pendiri Meta Mark Zuckerberg, mantan bintang NFL Tom Brady, investor Carl Icahn, serta Ivanka Trump dan Jared Kushner.
Namun, kekayaan mereka tidak membuat para penghuni pulau tersebut bebas dari aturan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip New York Post, Sabtu (5/9/2026), Indian Creek Village memiliki buku setebal 103 halaman yang berisi berbagai aturan dan regulasi pembangunan. Aturan tersebut bahkan sudah berakar dari masa ketika komunitas itu resmi berdiri pada 1939.
Salah satu aturan yang cukup menarik adalah larangan menggunakan helikopter di properti pribadi. Helikopter maupun helipad dilarang sebagai fasilitas tambahan di rumah. Artinya, meski penghuni memiliki jet pribadi dan mampu membeli berbagai fasilitas mewah, mereka tetap tidak boleh mendaratkan helikopter di halaman belakang rumah.
Aturan juga berlaku untuk ukuran rumah. Rumah tinggal utama di Indian Creek setidaknya harus memiliki luas lantai kotor 5.000 kaki persegi atau sekitar 465 meter persegi. Setidaknya tiga perempat luas tersebut harus berada di bawah atap utama.
Dengan ketentuan tersebut, rumah berukuran kecil atau konsep "starter home" praktis tidak berlaku di kawasan ini.
Rumput Tak Boleh Tinggi
Bukan hanya bangunan yang diatur. Rumput di halaman rumah juga memiliki ketentuan.
Rumput tidak boleh tumbuh lebih dari 6 inci atau sekitar 15 sentimeter. Sementara itu, luas area yang boleh tertutup bangunan dibatasi maksimal 25% dari luas lahan.
Perhitungan tersebut juga mencakup permukaan keras seperti jalan masuk kendaraan, kolam renang, lapangan tenis dan teras.
Dengan demikian, sedikitnya 55% dari setiap properti harus tetap menjadi area lanskap atau ruang terbuka.
Untuk rumah yang berada di tepi perairan, aturannya lebih ketat lagi.
Bangunan utama harus berjarak setidaknya 100 kaki atau sekitar 30 meter dari teluk. Sementara itu, batas depan dan samping masing-masing harus berjarak 50 kaki dan 25 kaki.
Bangunan tambahan juga harus berjarak 50 kaki dari tepian air.
Kolam renang memang mendapat sedikit kelonggaran karena boleh masuk ke area setback tepi air. Namun, kolam tidak boleh memiliki ketinggian lebih dari 3 kaki atau sekitar 0,9 meter di atas permukaan halaman. Membuat kolam renang di halaman depan juga dilarang.
Mark Zuckerberg bakal pindah ke sebuah rumah mewah di Indian Creek Island, Florida, AS. Foto: Dok. New York Post |
Rumah Tamu Juga Dibatasi
Penghuni yang ingin membuat rumah tamu, cabana atau pool house juga tidak bisa membangunnya sesuka hati.
Setiap lahan hanya diperbolehkan memiliki maksimal dua bangunan tambahan. Luas masing-masing bangunan dibatasi hingga 800 kaki persegi atau sekitar 74 meter persegi.
Bangunan tersebut juga tidak boleh dirancang untuk berfungsi sebagai rumah tinggal mandiri, kecuali digunakan untuk tempat tinggal staf.
Aturan serupa berlaku untuk pagar dan tembok. Tinggi pagar maksimal 7 kaki atau sekitar 2,1 meter. Pagar juga harus berjarak setidaknya 10 kaki dari garis properti dan perlu ditutupi lanskap agar tidak terlalu terlihat dari jalan.
Jadi, privasi memang dijaga, tetapi pemilik rumah tidak diperbolehkan membangun tembok seperti benteng.
Generator Antibadai Pun Diatur
Sebagai kawasan pesisir yang menghadapi risiko badai, generator darurat juga menjadi fasilitas penting. Namun, pemasangannya tetap tidak bisa sembarangan.
Tempat generator maksimal memiliki lebar 18 kaki, panjang 20 kaki dan tinggi 12 kaki. Lokasinya harus berjarak 100 kaki dari batas depan properti dan 100 kaki dari perairan. Jarak minimal dari batas samping adalah 25 kaki dan 10 kaki dari bangunan rumah. Tidak ada pengecualian untuk ketentuan jarak tersebut.
Pemilik lahan juga tidak diperbolehkan memecah satu bidang tanah menjadi beberapa kavling baru. Setiap lokasi hunian diwajibkan memiliki garis pantai minimal 200 kaki.
Bahkan hewan peliharaan ikut masuk dalam aturan. Pemilik tidak boleh memiliki kelompok hewan seperti kawanan, kelompok ternak, atau sekumpulan hewan lebih dari tiga ekor tanpa terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari pemerintah desa melalui resolusi.
Ada Denda untuk Pelanggaran
Aturan tersebut bukan sekadar formalitas. Pelanggaran yang dilakukan dengan sengaja dapat dikenai denda hingga US$500 per hari.
Selain denda, pelanggar juga dapat menghadapi penegakan hukum melalui pengadilan atau bahkan kehilangan izin pembangunan.
Kepatuhan terhadap aturan tersebut diawasi oleh Village Manager Guillermo Olmedillo. Kawasan ini juga memiliki departemen kepolisian sendiri yang bertugas menjaga keamanan dan mengawasi akses ke pulau.
Menurut New York Post, salah satu broker bahkan menggambarkan kepolisian setempat sebagai pihak yang sangat tidak bersahabat terhadap orang-orang yang tidak memiliki izin untuk berada di Indian Creek.
Indian Creek Village sendiri hanya dihuni sekitar 84 orang berdasarkan sensus terakhir.
Dengan berbagai aturan tersebut, kehidupan di "Billionaire Bunker" memang menawarkan privasi dan kemewahan. Tetapi satu hal yang tidak otomatis bisa dibeli dengan uang adalah kebebasan untuk mengubah atau mengabaikan aturan kawasan.
(das/das)

