Pemerintah tengah membangun rumah susun (rusun) khusus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Manggarai. Penasaran nggak kira-kira berapa harganya?
Manager Corporate Communication KAl Properti Bramantya Candrika mengatakan Maraya Residences yang sebelumnya disebut rusun subsidi di Manggarai akan dijual mulai dari Rp 294 juta.
"Maraya Residences direncanakan memiliki beberapa pilihan tipe hunian, yakni studio 21 meter persegi dan tipe 45, dengan indikasi harga mulai sekitar Rp 294 juta. Namun, karena belum memasuki tahap penjualan, detail harga maupun skema pembelian nantinya akan kami informasikan lebih lanjut melalui kanal resmi KAI Properti," kata Bramantya kepada detikcom, Senin (5/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
KAI Properti mengatakan saat ini penjualan belum dibuka. Namun, form peminatan unit telah dibuka untuk melihat jumlah permintaan.
"Untuk Maraya Residences di Manggarai, saat ini belum memasuki tahap penjualan. Kami masih membuka form peminatan untuk melihat respons dan tingkat ketertarikan masyarakat terhadap hunian yang dikembangkan di kawasan Manggarai," jelasnya.
Baca juga: Bocoran Harga Rusun Subsidi Manggarai! |
Di sisi lain, pembangunan Maraya Residences atau juga dikenal sebagai rusun subsidi Manggarai masih berlangsung. Groundbreaking digelar pada Jumat (21/8/2026) untuk lahan Blog G dan F. Groundbreaking dilakukan di lahan Blok G yang dihadiri oleh Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait, Wakil Menteri ATR/BPN Ossy Dermawan, Ketua Satgas Perumahan Hashim Djojohadikusumo, hingga Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (KAI) Bobby Rasyidin. Pembangunan kabarnya akan memakan waktu 18 bulan atau selesai 2028.
Pengunjung melihat unit contoh Hunian Terjangkau tipe 45 di Manggarai, Jakarta, Jumat (21/8/2026). Foto: Gilang Faturahman/detikFoto |
"Terkait pengembangan di lahan berikutnya, tahap awal groundbreaking telah dilakukan. Saat ini proses pengembangan terus berjalan dan masih dalam tahap persiapan serta koordinasi dengan para pihak terkait," terangnya.
Pria yang akrab disapa Bram ini mengatakan ada penyesuaian tipe unit yang akan dijual, yakni menjadi 21, 36, dan 45 meter persegi. Sebelumnya yang paling kecil adalah 28 meter persegi.
"Kalau tipe masih sama (ada 3 tipe). Hanya terdapat penyesuaian dari segi ukuran saja yang studio 28 itu yang ada penyesuaian ukurannya (jadi 21 meter persegi)," terangnya.
Maruarar Sirait atau kerap dipanggil Ara menyebut Maraya Residences di Manggarai merupakan rusun subsidi di tengah kota pertama yang dibangun di era Presiden Prabowo. Rusun ini dibangun di tanah milik negara, yakni milik PT KAI dan pembangunannya dilakukan oleh KAI Properti. Alasan KAI bersedia lahannya dipakai untuk hunian adalah untuk mengoptimalkan aset dan kawasan di sekitar simpul transportasi publik, khususnya Manggarai yang kini telah terhubung dengan KRL, LRT, hingga Trans Jakarta.
Terdapat 2 lokasi lahan yang akan dipakai. Pertama, lahan di Blok G seluas sekitar 6.925 meter persegi dan Blok F sekitar 15.014 meter persegi. Apabila ditotal luas lahan untuk pembangunan rusun di Manggarai ini mencapai 21.939 meter persegi atau 2,1 hektare.
Blok G akan dibangun lebih dulu dengan konsep rusun milik (rusunami) terdiri dari 3 tower. Tower A dengan 418 unit, Tower B dengan 506 unit, dan Tower C dengan 308 unit. Total di Blok G ini akan ada 1.232 unit.
Sementara itu, Blok F nantinya akan ada 5 tower, terdiri dari Tower 1 dengan 572 unit, Tower 2 dengan 572 unit, Tower 3 dengan 528 unit, Tower 4 dengan 308 unit, dan Tower 5 dengan 528 unit. Total di Blok F ini jauh lebih banyak, yakni sekitar 2.508 unit.
Tipe hunian 36 dan 45 tersedia 2 kamar tidur, 1 kamar mandi, ruang tamu, dapur, dan meja makan. Lalu, untuk tipe 21 adalah model unit studio.
Simulasi Besar Cicilan Bulanan
Rusun subsidi diberi kemudahan dari pemerintah dengan bunga KPR yang tetap dari awal sampai akhir, yakni 6 persen. Tenor KPR juga sudah banyak pilihannya dari 10, 20, 30, hingga paling lama 40 tahun.
Dengan bocoran harga Rp 294 juta, detikcom coba bikin simulasi besar cicilan per bulannya.
Jika detikers ingin membeli unit Rp 294 juta, dengan bunga flat 6 persen dan uang muka atau down payment (DP) 1 persen, segini jumlah cicilan per bulannya.
Pertama, ketahui dulu berapa jumlah uang muka yang harus dibayar. Uang muka ini umumnya di luar jumlah KPR bulanan. Jika harga unit Rp 294 juta berarti uang mukanya Rp 2.940.000 atau Rp 2,9 jutaan. Dari nilai tersebut, maka didapat besar plafon kredit adalah Rp 291.060.000.
Dengan besar plafon kredit tadi jika dibayar dengan tenor 20 tahun, bunga flat 6 persen, dan telah dikurangi uang muka 1 persen, jumlah cicilannya sekitar Rp 2.114.661 atau Rp 2,1 jutaan per bulan.
Apabila ingin mengambil tenor KPR selama 30 tahun dengan flat 6 persen, dan telah dikurangi uang muka 1 persen, cicilannya lebih murah sekitar Rp 1,75 jutaan per bulan. Begitu juga dengan tenor 40 tahun, dengan flat 6 persen, dan telah dikurangi uang muka 1 persen, jumlah cicilannya sekitar Rp 1,6 juta per bulan.
(aqi/das)

