Pembangunan rumah susun (rusun) subsidi di tengah kota mulai dilakukan pemerintah. Ini menjadi salah satu cara untuk mengatasi kebutuhan hunian di tengah keterbatasan lahan perkotaan.
Salah satu perwakilan dari Persatuan Perhimpunan Penghuni Rumah Susun Indonesia (P3RSI), Erlan, mengaku mendukung pembangunan rusun subsidi di perkotaan. Namun dia menekankan akan jauh lebih efektif jika rusun subsidi dibangun dekat transportasi umum atau Transit Oriented Development (TOD). Menurutnya, apabila rusun subsidi dibangun tidak dekat dengan akses transportasi justru bisa menambah pengeluaran biaya lagi.
Erlan juga menyoroti biaya air PAM yang dinilai cukup mahal, terutama di wilayah Jakarta. Untuk harga rusun subsidi disebut sama dengan harga rusun menengah yang menurut Keputusan Gubernur Nomor 730 Tahun 2024 tentang Tarif Air Minum Perusahaan Umum Daerah Air Minum Jaya tarifnya Rp 12.500 per meter kubik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita dikenakan terutama untuk rumah susun subsidi itu sama dengan harga rumah menengah. Sementara untuk (rumah susun komersial) itu disamakan dengan industri yaitu mal. Kita sama dengan mal, Bu (Dirjen Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Handayani), sampai Rp 21.500/meter kubik. Nah ini menjadi perhatian," ujarnya dalam Rapat Evaluasi Kinerja KPR Subsidi FLPP TA 2026 di kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Senin (28/9/2026).
Erlan meminta Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) membantu agar biaya tinggal di rusun subsidi bisa lebih terjangkau. Dengan begitu diharapkan banyak orang yang tertarik tinggal di rusun subsidi.
Selanjutnya, Erlan juga menyoroti adanya unit rusun yang tidak ditempati. Dengan begitu pemilik unit tidak membayar IPL yang berujung pada pendapatan untuk pengelolaan gedung menjadi berkurang. Maka dari itu, ia setuju dengan adanya alih kepemilikan atau recycle untuk rusun subsidi.
Sebagai informasi, saat ini pemerintah mulai menggeber pembangunan rusun di perkotaan, contohnya seperti di Jakarta dengan adanya rusun subsidi di dekat Stasiun Manggarai. Belum lagi, opsi KPR hingga 40 tahun juga sudah bisa digunakan.
Berdasarkan data BP Tapera, sampai 28 September 2026, sudah ada 17 unit rusun subsidi yang sudah terjual. Nantinya, pada Desember 2026 juga akan ada 71.000 akad massal rumah subsidi yang terdiri dari rumah tapak serta rusun. Akad tersebut secara simbolik akan dilakukan di Jawa Timur.
(abr/das)
