Suami Istri Beli Rumah dari E-commerce, Jadinya Kayak Gimana?

Suami Istri Beli Rumah dari E-commerce, Jadinya Kayak Gimana?

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Jumat, 25 Sep 2026 13:15 WIB
Rumah rakit asal China.
Rumah rakit asal China. Foto: YouTube Grateful Off-Grid
Jakarta -

Proses beli rumah biasanya diawali dengan melakukan riset, lalu survei di lokasi dan perlu waktu yang tak sebentar karena berbagai macam proses harus dilalui.

Tapi, ada nih cara beli rumah yang lebih cepat. Lewat e-commerce! ya benar, rumah kini bisa dibeli lewat cara online.

Hal itu dibuktikan oleh , Kurt dan Michelle yang barus saja beli rumah lewat situs belanja online Alibaba dari China. Tapi, jangan dibayangkan yang datang rumah benaran kayak rumah pada umumnya. Mereka beli rumah berbentuk komponen yang kemudian dirakit kayak lego.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pasangan YouTuber Grateful Off-Grid menggunakan mesin derek untuk membangun rumah prefabrikasi itu seluas 71,5 meter persegi.

Menariknya, harga rumah tersebut cukup murah, sekitar US$ 15.800 atau Rp 283,4 juta (kurs Rp 17.942). Kalai ditambah ongkos kirim dan tarif lainnya, mereka hanya habis duit Rp 508,6 juta.

ADVERTISEMENT

"Setelah ditambah biaya pengiriman, bea masuk, dan semua biaya lainnya, totalnya mencapai US$ 28.689," kata Michelle, dikutip dari Straits Times, Jumat (25/9/2026).

Rumah rakit dari ChinaRumah rakit dari China Foto: YouTube Grateful Off-Grid

Minat terhadap rumah prefab atau rumah instan dari China terlihat dari pencarian online. Volume pencarian dengan kata kunci 'rumah prefabrikasi' melonjak di AS, berdasarkan firma intelijen pasar ShelfTrend.

Kata kunci 'rumah mungil' dicari oleh 450.000 penelusuran secara bulanan. Lalu, volume pencarian kata kunci 'rumah modular lebih dari 201.000, sedangkan 'rumah prefabrikasi' melebihi 165.000.

Menurut perusahaan riset pasar Mordor Intelligence, pasar perumahan prefabrikasi global diproyeksi mencapai US$ 152,74 miliar atau Rp 2.740 triliun pada 2026. Pasar itu pun diperkirakan akan tumbuh menjadi US$ 210,33 miliar atau Rp 3.774 triliun pada 2031.

Produsen China menyebut minat ini membuka peluang di luar negeri. Produk rumah instan ini pernah dipesan di Australia, Selandia Baru, hingga Timur Tengah. Biasanya, produk tersebut digunakan untuk perkemahan atau tempat wisata lainnya.

"Permintaan tumbuh pesat, terutama di pasar di mana akomodasi yang fleksibel dan hemat biaya sangat dicari," kata pendiri Luban Cabin, Serena He.



(dhw/zlf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads