Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) bersama Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) menggelar rapat evaluasi kinerja dan strategi penyaluran rumah subsidi. Hasilnya, hingga saat ini penyaluran fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sudah mencapai 154.034 unit dari target 350.000 unit.
Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho menjelaskan, progres penyaluran FLPP itu tercatat hingga bulan ini. Angka tersebut setara dengan 44 persen dari target 350.000 unit.
"(Realisasi rumah subsidi) 44 persen (dari target)" kata Heru di Kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Senin (21/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari situs resmi BP Tapera, realisasi KPR FLPP per 21 September 2026 mencapai 154.034 unit atau setara nilai kredit yang disalurkan sebesar Rp 19,2 triliun.
Heru mengatakan sedang mengupayakan percepatan realisasi rumah subsidi. Pihaknya pun menyiapkan 71.000 ribu penerima rumah subsidi untuk akad massal pada Desember mendatang.
Sementara itu, Ara menyoroti penyaluran rumah subsidi masih jauh di bawah target. Sementara sisa waktu untuk mencapai target tinggal 3 bulan 10 hari.
Baca juga: Masih Ada 7.000 Lebih Kawasan Kumuh di RI |
"Kinerja per hari ini di bawah target jauh," kata Ara.
Padahal, target rumah subsidi sudah dinaikkan tahun ini dibandingkan tahun lalu. Ara berharap penyaluran rumah subsidi bisa mencapai target sampai bisa ditambah lagi kuotanya.
Ia pun meminta agar BP Tapera berinovasi untuk mempercepat penyaluran rumah subsidi. Salah satu caranya dengan merevisi sumber daya manusia (SDM) agar dapat menyelesaikan masalah serta mengusulkan terobosan.
"Tapera lembaga yang sudah lebih lama jauh, produknya sudah lama, makanya harus inovasi. Ya, saya pikir dipilihlah orang-orang yang bisa melakukan inovasi," tuturnya.
(dhw/das)
