Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkap alasan perlu adanya KUR Perumahan. Menurutnya program ini cukup terserap sehingga memungkinkan masyarakat untuk bisa beli dan renovasi rumah.
"Relevansinya KUR perumahan dengan dengan tugas kita membangun dan merenovasi rumah ini datanya yang renovasi rumah 86.000 (debitur) ya pembelian rumah 9.000 (debitur) ya kemudian pembangunan pembangunan untuk usaha 9.000 (debitur) total keluar angka 105.000 (debitur)," kata Ara di Kantor Kementerian PKP, Senin (14/9/2026).
Ara menyebut KUR Perumahan dapat menggerakkan perekonomian. Sebab kredit digunakan untuk hal produktif seperti menjalankan usaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Program ini pun cukup diminati oleh masyarakat, bahkan serapannya melampaui 50 persen pada Juni lalu kata Ara. Hal ini lah yang mendorong penambahan kuota KUR Perumahan dari semula Rp 36 triliun menjadi Rp 50 triliun.
Selain dari segi pembangunan, KUR perumahan diyakini dapat menekan angka backlog perumahan layak huni. Rumah yang semula tak layak huni bisa diubah menjadi layak huni.
"Saya yakin di akhir tahun ini mudah-mudahan akan ada lompatan ya, mudah-mudahan ini Ibu Sri (Dirjen Perumahan Perkotaan) ya sebagai yang mengurus ini paling nggak bisa sampai lah di angka 135.000 ke atas sehingga ini akan membuat backlog perumahan akan menjadi terutama yang tidak layak huni menjadi layak huni," ucapnya.
Total debitur KUR perumahan mencapai 108.444. Dari sisi supply adalah 3.438 yaitu 1.293 adalah pengembang dan 1.782 adalah pedagang bahan bangunan dan kontraktor.
Sementara itu, Dirjen Perumahan Perkotaan Sri Haryati mengungkap saat ini program sudah disampaikan kepada 108.444 debitur. Saat ini sudah realisasi KUR perumahan mencapai 65,89 persen. Namun kalau mempertimbangkan kuota Rp 50 triliun, realisasi sudah di mencapai Rp 50,31 persen.
Total debitur sebanyak 108.444 di mana sisi suplai adalah 3.438 debitur terdiri dari 1.293 pengembang, 1.782 pedagang bahan bangunan serta 363 kontraktor atau penyedia jasa konstruksi.
Di sisi lain, debitur itu sampai 105.006 yang terdiri dari renovasi rumah 86.642, pembelian rumah sebanyak 9.302.
"Jadi ini adalah renovasi, beli, dan bangun rumah dalam rangka mendorong usaha," kata Sri.
