Ada sebuah desa kecil di barat laut Wales, Britania Raya yang dikenal karena namanya yang nyaris mustahil dilafalkan. Adalah Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch, desa yang penuh sensasi karena menjadi desa dengan nama terpanjang di dunia. Di dalamnya tersimpan kekayaan bangunan bersejarah dan warisan arsitektur yang berusia ratusan tahun.
Dilansir dari BBC, Senin (9/2/2026), desa yang terletak di Pulau Anglesey ini memiliki nama sepanjang 58 huruf dan tercatat sebagai nama tempat terpanjang di Britania Raya, serta salah satu yang terpanjang di dunia. Nama panjang tersebut sengaja dipopulerkan pada pertengahan abad ke-19 sebagai strategi menarik wisatawan kereta api yang melintasi kawasan tersebut.
Desa ini awalnya hanya dikenal sebagai Llanfair Pwllgwyngyll. Namun, seiring berkembangnya jalur kereta api pada era Victoria, nama desa diperpanjang agar terdengar unik dan memorable. Strategi tersebut terbukti berhasil, karena hingga kini desa yang dipanggil Llanfair PG ini menjadi kawasan ikonik, dengan papan nama desa di stasiun kereta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nama kota Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch, terpanjang di Eropa Foto: BBC |
Tak hanya stasiun kereta, daya tarik desa ini juga terletak pada deretan bangunan bersejarah yang masih berdiri hingga kini. Salah satunya Kolom Marquess of Anglesey setinggi 27 meter, serta gereja-gereja tua yang menjadi bagian penting dari sejarah dan penamaan desa.
Perpaduan antara keunikan nama desa dan banyaknya bangunan bersejarah membuat Llanfair PG dikenal bukan hanya karena namanya yang panjang, tetapi juga sebagai desa yang menyimpan jejak sejarah penting di Wales.
Sejarah Panjang di Balik Nama yang Tak Biasa
Perkembangan besar desa ini terjadi pada abad ke-19, ketika jalur transportasi modern mulai dibangun. Kehadiran stasiun kereta api pada tahun 1848 menjadi titik balik yang penting, menghubungkan Anglesey dengan Holyhead dan jalur utama menuju Irlandia.
Melansir situs resmi Llanfair PG, pembangunan jalan oleh Thomas Telford pada tahun 1820 dan Jembatan Britannia karya Robert Stephenson pada 1850 mendorong tumbuhnya kawasan baru desa di sekitar stasiun. Wilayah ini kemudian berkembang menjadi pusat komersial yang melayani daerah pertanian di sekitarnya.
Situs resmi tersebut juga mencatat, pada akhir abad ke-19 Llanfair PG telah memiliki kantor pos, dua sekolah, belasan toko, pub, hotel, hingga pabrik bir. Populasi yang semula kurang dari seribu jiwa terus meningkat seiring aktivitas perdagangan dan transportasi.
Memasuki tahun 1960 hingga 1970, pembangunan perumahan baru kembali mendorong pertumbuhan penduduk. Meski kini jumlah warganya mencapai lebih dari 3 ribu jiwa, desa ini tetap mempertahankan karakter pedesaan yang kuat, berbeda dengan banyak kota lain di Wales.
Bangunan Bersejarah yang Masih Berdiri Kokoh
Salah satu bangunan paling menonjol di desa ini adalah Gereja St. Mary, yang menjadi asal sebagian nama panjang Llanfairpwll. Nama Llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch, berarti Gereja Santa Maria di lembah pohon hazel putih dekat pusaran air yang deras dan gereja Santo Tysilio di gua merah.
Gereja St. Mary's Church. Foto via llanfairpwllgwyngyllgogerychwyrndrobwllllantysiliogogogoch |
Desa itu dinamai dengan mengambil kosa kata nama gereja, karena memang tradisi di Wales. Dahulu belum ada peta modern, sehingga orang mengenai suatu wilayah berdasarkan landmark paling menonjol di kawasan tersebut. Itulah mengapa desa ini diberi nama sangat panjang dengan mengambil kosa kata dari nama dan letak geografis gereja. Gereja tersebut telah dibangun ulang pada tahun 1853, menggantikan bangunan sebelumnya yang diperkirakan berasal dari abad ke-7.
Melansir dari situs resmi Llanfair PG, desa ini juga memiliki Rumah Tol berbentuk segi delapan di jalur A5. Rumah itu merupakan salah satu dari sedikit rumah tol yang masih utuh di Inggris. Bangunan ini menyimpan papan tarif tol asli yang terakhir digunakan pada tahun 1895, menjadikannya saksi sistem transportasi masa lalu.
Bangunan bersejarah lain yang tak kalah penting adalah Monumen Britannia. Didirikan untuk mengenang para pekerja yang meninggal saat pembangunan Jembatan Britannia. Monumen ini berada di halaman Gereja St. Mary dan telah dipugar untuk menjaga nilai sejarahnya.
Situs resmi desa juga menyebutkan puluhan bangunan lain yang masuk daftar pelestarian bangunan bersejarah, mulai dari rumah pedesaan tua, jembatan kecil bersejarah, hingga Anglesey Column yang menjulang tinggi. Keseluruhan bangunan tersebut memperkuat identitas Llanfair PG sebagai desa kecil dengan warisan sejarah yang luar biasa besar.
(das/das)












































