Spanyol punya permukiman yang tidak biasa dan unik. Permukiman ini berada di gunung berbatu besar, di mana rumah-rumah di sana dibangun di sela-sela bebatuan tersebut sehingga tampilannya seperti terjepit.
Desa ini bernama Setenil de las Bodegas. Rumah di desa ini, bangunannya benar-benar menyatu dan kokoh. Bahkan beberapa bangunan ada yang berdiri di singkapan baru sehingga penampakannya mirip seperti rumah yang tertimpa batu besar.
Lantas, apa sih alasan warga Setenil de las Bodegas memilih membangun permukiman di lokasi ekstrem tersebut?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dilansir dari Archdaily, pemilihan lokasi ini ternyata ada pengaruh dari penguasa terdahulu di negara Spanyol lho. Sebagai informasi, Spanyol pernah diduduki bangsa Arab Muslim. Dalam catatan sejarah, desa ini sudah ada sejak zaman Kekhalifahan Almohad pada abad ke-12.
Walau demikian, banyak yang percaya kalau kota tebing ini sudah ditinggali oleh manusia sejak 25.000 tahun yang lalu. Sayang, banyak bukti yang terhapus karena desa ini terus berganti kekuasaan.
Dilansir dari detikTravel, Setenil de las Bodegas pernah diduduki Pasukan Roma karena invasi pada pertama masehi. Oleh karena itu, daerah tersebut diberi nama Setenil yang berasal dari frasa latin Romawi yakni Septem Nihil yang memiliki keterkaitan dengan invasi yang dilakukan.
Di sisi lain, sejarah menyebut desa ini pernah jadi benteng saat dikuasai oleh bangsa Moor, yaitu penduduk Arab yang tinggal di Spanyol. Sementara saat pasukan Katolik dari Spanyol menyerang, kota dialihkan kembali jadi pemukiman penduduk.
Apa pun sejarah yang pernah tertulis, gunung batu yang menjadi permukaan dan langit di Setenil de las Bodegas merupakan tempat yang aman. Alasannya gua berbatu jauh lebih murah, iklimnya tidak ekstrem seperti di kawasan lain, kecil kemungkinan terbakar, dan tahan gempa.
Meskipun berada di gunung berbatu, rumah di kawasan tersebut tetap bisa menerima cahaya karena ada bagian yang terbuka. Lalu, rumah di sana rata-rata berwarna putih. Warna ini bukan hanya membuat rumah dan jalanan terlihat lebih terang, putih juga bisa membuat rumah lebih sejuk.
Desa yang dijuluki sebagai Desa Putih ini hanya punya 2 jalan, Sun Street dan Shade Street. Sun Street adalah jalan di area terluar desa dengan pemandangan di luar tebing. Nama ini diberikan karena artinya jalan ini masih terkena cahaya matahari.
Sebaliknya dengan Shade Street. Kawasan jalan ini ada di dalam desa dan kebanyakan tak dapat sinar matahari. Bagaimana mau dapat sinar matahari, rumah-rumahnya saja dihimpit oleh batuan. Bisa dibilang atap dari desa ini adalah batu tersebut.
(aqi/abr)











































