Sebanyak 500 hunian tetap (huntap) akan dibangun oleh pihak swasta untuk korban gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Huntap tersebut berupa rumah instan.
Direktur Jenderal Kawasan Permukiman Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Fitrah Nur mengungkap huntap itu menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha). Jenis hunian ini memang dirancang agar tahan terhadap gempa.
Bentuk huntap tersebut berupa rumah tapak tipe 36 atau memiliki luas bangunan 36 meter persegi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Bentuk bangunannya kita menggunakan rumah modular pakai teknologi Risha yang tahan gempa. Kita harapkan bisa bantu masyarakat supaya tidak berdampak lagi itu ke depannya (kalau ada) gempa," kata Fitrah via telepon, Jumat (4/9/2026).
Sementara itu, Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan bantuan ini merupakan berasal dari dana swasta, yakni Yayasan Buddha Tzu Chi. Mereka akan mendanai pembangunan rumah.
Selain itu, sebanyak 1.000 rumah akan direnovasi lewat program Badan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah. Ia pun akan ikut menambahkan dana untuk bedah rumah sebanyak Rp 5 miliar atau Rp 5 juta untuk masing-masing kepala keluarga (KK).
"Kita sudah siapkan secara cepat itu dari 2 minggu lalu. 500 huntap dan juga bantuan dari pribadi sebesar Rp 5 miliar untuk nanti keswadayaan untuk 1.000 rumah yang mau dibedah rumah," kata Ara.
Sebelumnya, Ara sudah menyampaikan ada bantuan untuk korban gempa NTT sebanyak 500 rumah dan dana Rp 5 miliar. Waktu pembangunannya belum ditetapkan, pihaknya masih menunggu kondisi di sana aman.
"Dan dalam proses kami sudah siap 500 rumah di NTT. kami tinggal nunggu kode dari BMKG. Kita akan segera bisa membangun. Bulan depan juga kita siap," kata Ara saat hadir dalam raker dengan Komisi V di DPR RI, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026).
(dhw/das)
