Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) akan membangun 500 hunian tetap (huntap). Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan waktu pembangunannya belum ditetapkan, pihaknya masih menunggu kondisi di sana aman.
"Dan dalam proses kami sudah siap 500 rumah di NTT. kami tinggal nunggu kode dari BMKG. Kita akan segera bisa membangun. Bulan depan juga kita siap," kata Ara saat hadir dalam raker dengan Komisi V di DPR RI, Jakarta, pada Rabu (2/9/2026).
Huntap tersebut tidak memakai APBN, tetapi dengan dana Corporate Social Responsibility (CSR) dari beberapa perusahaan swasta. Nilai dana yang terkumpul adalah Rp 5 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya laporkan dari gotong royong udah siap untuk membangun 500 rumah Rp 5 miliar. Saya sudah sampaikan kepada Gubernur NTT. Kita sedang menunggu dari BMKG untuk dibangun di NTT," ungkapnya.
Berdasarkan catatan detikcom, Ara juga sempat mengatakan dana Rp 5 miliar tersebut akan digunakan untuk renovasi rumah korban bencana. Bantuan ini akan dijalankan bersamaan dengan program bedah rumah dari pemerintah.
"Kita sudah punya langkah awal yang siap untuk 500 rumah dari gotong-royong pihak swasta dan juga uang sejumlah Rp 5 miliar mungkin itu akan dikombinasikan dengan program bedah rumah," tutur saat hadir di acara Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026).
Saat ini, Ara sedang menunggu usulan lokasi pembangunan rumah dari Gubernur NTT. Ia pun berencana mengunjungi NTT.
Sebelumnya, Ara juga menggandeng swasta lewat CSR untuk membangun 2.603 huntap untuk korban bencana Sumatera. Swasta yang diajak adalah Yayasan Buddha Tzu Chi yang Wakil Ketua Yayasannya adalah Aguan, pemilik Agung Sedayu Group.
(aqi/das)
