Beberapa waktu lalu sebuah rumah berwarna hijau di Nepal viral karena masih berdiri kokoh setelah diterjang banjir bandang pada Rabu (26/8) lalu. Bukan tanpa alasan, rumah itu sejak awal memang dibangun dengan struktur ekstra kuat.
Dilansir dari Times of India, Prakash Pandey, salah satu penghuni, mengatakan rumah itu berusia sekitar 40 tahun. Saat pembangunan, keluarga Prakash sangat memperhatikan struktur fondasi rumah karena lokasinya berada dekat Sungai Trishuli.
"Ini rumah tua, berusia sekitar 40 tahun. Rumah ini dibangun pada masa ketika kualitas semen dan bahan bangunan masih lebih baik," kata Prakash kepada The Lallantop, dikutip dari Times of India, Rabu (2/9/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga Prakash juga memberikan material tambahan di bawah fondasi rumah. Material tersebut diyakini membuat struktur bangunan lebih kokoh.
"Kami juga telah menghabiskan cukup banyak uang untuk memperkuat rumah karena letaknya dekat dengan sungai. Dari segi keamanan, kami juga telah memasang dua atau tiga lapis material jalan di bawahnya. Jadi fondasinya dibuat cukup kuat. Kami telah mengeluarkan biaya yang cukup besar untuk rumah ini," katanya.
Meski selamat tak tersapu banjir bandang, bangunan rumah itu tetap mengalami kerusakan. Bagian bawah rumah yang digunakan buat simpan persediaan toko mengalami kerusakan parah.
Struktur utama bangunan memang tetap berdiri, tetapi keluarga Prakash kehilangan kendaraan, dagangan, serta barang lainnya.
Saat kejadian banjir bandang, Prakash sedang berada di toko dekat rumah. Ia bergegas lari ke rumah ketika tahu air banjir semakin tinggi.
Dia memanggil anggota keluarganya dan pergi ke lantai empat. Namun air pun muncul di lantai tersebut sehingga mereka harus naik lagi ke lantai tertinggi.
"Airnya naik sampai lantai empat. Setelah itu, kami naik ke lantai atas, ke lantai paling atas," tuturnya.
Semua enam orang yang berada di dalam rumah saat itu selamat. Setelah kejadian, keluarga Prakash pindah ke Kathmandu.
"Apa pun yang ada di sini telah hancur atau terkubur dalam lumpur. Sekarang kita harus membangun semuanya kembali," ujar Prakash.
