Sebuah pulau mungil di Plymouth, Inggris sedang dijual. Pulau ini penuh sejarah dan konon mempunyai terowongan bawah tanah lho.
Dilansir dari Times of India, agen properti Carter Jonas menyebut pulau tersebut ditawarkan senilai 2 juta poundsterling atau sekitar Rp 48 miliar (kurs Rp 24.036). Dengan nilai segitu, pembeli mendapatkan pulau tak berpenghuni seluas 25,8 hektare. Isinya juga terdapat sejumlah bangunan kosong dengan total luas 2.787, termasuk bekas rumah gubernur hingga markas militer.
Dulu pulau ini disebut Pulau Santa Nikolas, dinamakan berdasarkan sebuah kapel jadul di sana. Catatan sejarah lain pun menyebut tempat itu Pulau Mikael.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada abad ke-16, pulau ini dijadikan benteng pertahanan untuk melindungi Plymouth dari potensi serangan musuh. Kapel tua itu pun dirobohkan pada 1550, lalu puing-puingnya digunakan ulang buat konstruksi benteng-benteng Tudor.
Pulau Santa Nikolas akhirnya berubah nama menjadi Pulau Drake, mengikuti nama petualang Inggris sekaligus komandan angkatan laut Sir Francis Drake. Dia ditunjuk sebagai Gubernur pulau oleh Ratu Elizabeth I.
Pulau Drake juga disebut memiliki jaringan terowongan yang luas di bawah tanah. Jalur itu memungkinkan pengiriman persediaan ke garis pertahanan pulau. Sayangnya, terowongan itu belum pernah ditemukan sehingga sekadar menjadi legenda masyarakat.
Selama lebih dari empat abad, pulau kecil ini menjadi pertahanan dan sejarah Plymouth. Alih-alih menjadi benteng militer, pembeli pulau ini justru bisa mengembangkannya menjadi destinasi hotel dan wisata yang mengedepankan warisan budaya.
Sebab, pembelian pulau tersebut sudah disertai izin pembangunan hotel dengan kapasitas 43 kamar. Jadi pembeli nggak cuma dapat pulau pribadi, tetapi juga peluang bisnis yang cukup besar di sektor pariwisata.
Bagaimana, tertarik untuk beli pulau pribadi ini?
