Genteng buatan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sempat menjadi sorotan lantaran pernah menarik perhatian Presiden Prabowo Subianto, bahkan sampai diinjak. Uniknya, bahan penutup atap itu dikembangkan dengan memanfaatkan limbah sabut kelapa.
Sosok di balik pengembangan genteng sabut kelapa ini adalah peneliti dari Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN Sukma Surya Kusumah. Ia bersama timnya membuat genteng itu untuk membuat karya dari limbah.
"Sabut kelapa kan limbah dan kita ini ingin memanfaatkan limbah ini," kata peneliti BRIN Alvin Muhammad Savero, anggota tim Sukma, saat ditemui di Danantara Housing Expo 2026 di NICE, PIK 2, Tangerang, Banten, Kamis (27/8/2026) lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penggunaan sabut kelapa membuat genteng ini lebih ramah lingkungan dibandingkan genteng konvensional. Selain menggunakan bahan alami, inovasi ini juga memanfaatkan limbah yang selama ini kerap terbuang. Apalagi sabut kelapa sumbernya melimpah dan masih minim pemanfaatan.
Tak hanya sabut kelapa, berbagai bahan alternatif lainnya juga dapat dimanfaatkan untuk membuat genteng. Di antaranya adalah anyaman bambu, limbah sorgum, hingga limbah tandan kosong kelapa sawit.
Genteng sabut kelapa ini dibuat bekerja sama dengan PT Coir Indonesia Global, perusahaan spesialis sabut kelapa. Mereka memasok lembaran sabut kelapa yang sudah dipadatkan, lalu Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN mencampurnya dengan perekat sehingga menghasilkan genteng.
Bahan tersebut memungkinkan genteng berbobot ringan seperti lembaran seng versi lebih menyejukkan. Hal ini pun menjadikan genteng sabut kelapa cocok buat membangun rumah tahan gempa.
"Di daerah rawan gempa, banyak kecelakaan orang tertimpa genteng yang berat. Nah ini kita kembangkan (genteng) yang ringan," ucapnya.
Sebelumnya, Prabowo pernah menguji kekuatan genteng terbuat dari sabut kelapa buatan peneliti BRIN. Ia membanting hingga menginjak genteng tersebut buat memastikan material benar-benar kuat.
"Genteng ini kuat ya? Nggak mudah pecah?" kata Prabowo kepada seorang peneliti BRIN, dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (7/8/2026).
Prabowo dipersilakan untuk menginjak dan melempar genteng untuk membuktikan kualitas. Ia membanting, lalu menginjak genteng itu. Hasilnya, bentuk genteng terlihat masih utuh.
Menurut Prabowo, genteng itu memiliki kualitas yang baik. Ia pun menanyakan potensi harga jual hingga produksi massal, apalagi untuk program gentengisasi.
