Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah memilih beberapa lokasi yang cocok untuk dipakai sebagai perumahan. Lahan tersebut merupakan aset pemerintah daerah dan cukup strategis untuk hunian warga Jakarta.
Lokasi lahan tersebut diantaranya berada di Tebet, Daan Mogot, Bendungan Hilir (Benhil), hingga Petamburan.
"Sebenarnya Pemprov DKI Jakarta punya 10 lokasi, yang sepuluh-sepuluhnya ini terletak di daerah yang sangat strategis. Mungkin saya kasih bocorannya ya, ada di Tebet, ada di Benhil, ada di Daan Mogot, ada di Petamburan, sangat strategis," kata Kabid Pembiayaan dan Kemitraan Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan DKI Jakarta Ledy Natalia dalam acara Rakerda REI DKI Jakarta 2026 di JS Luwansa Hotel, Jakarta, pada Kamis (27/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lahan-lahan tersebut sudah diajukan untuk dikembangkan menjadi hunian vertikal yang layak. Namun, hingga saat ini terhambat karena ada beberapa kendala.
"Paling besar costnya adalah social cost," ujarnya.
Di atas lahan tersebut sudah ada rusun milik warga. Namun, tingginya masih di bawah 10 lantai. Sementara, Pemprov DKI menginginkan bangunan tersebut ditinggikan mengingat kebutuhan ruang yang meningkat saat ini. Sementara lahannya milik Pemprov DKI Jakarta.
"Jadi tanahnya punya Pemprov. Atasnya (bangunannya) kita jual ke masyarakat. Sebenarnya bangunannya sudah tidak layak. Ini sudah menjadi niat kami merevitalisasi, tetapi sosial problemnya banyak sekali," ungkapnya.
Ledy menyatakan pemprov telah menyiapkan beberapa cara untuk meremajakan rusun-rusun lama, termasuk salah satunya menggaet swasta, seperti pengembang dari anggota Realestat Indonesia (REI). Namun, ketika ditawarkan kepada warga, mereka menolak untuk direvitalisasi atau dibangun ulang.
"Dalam hal revitalisasi rumah susun, yang paling besar adalah masalah sosialnya. Kesulitan paling tinggi pada rusun yg sudah ada pemiliknya, namun kondisi bangunan sudah kurang layak. Mereka harus terlebih dahulu diberikan edukasi bahwa revitalisasi bukan berarti penggusuran," tuturnya.
Harapannya ke depannya masalah ini bisa cepat teratasi sehingga jumlah hunian yang layak dan dekat dengan pusat kota bisa ditambah secepatnya.
"Kalau misalnya sosial problem-nya bisa diatasi bersama dengan REI, saya rasa mungkin ini menjadi satu hal yang bisa diwujudkan dalam waktu yang tidak terlalu lama," tuturnya.
(aqi/das)
