Tiga kota di California, Amerika Serikat (AS), digugat karena dianggap menghambat pembangunan hunian di sekitar kawasan transportasi umum. Padahal, pemerintah negara bagian tengah mendorong pembangunan rumah lebih padat di lokasi-lokasi tersebut.
Dilansir dari Realtor, Rabu (27/8/2026), gugatan tersebut diajukan oleh kelompok nonprofit Californians for Homeownership terhadap San Diego, San Francisco, dan Montebello.
Kelompok yang mendapat dukungan finansial dari California Association of Realtors (CAR) itu menilai ketiga kota tersebut membuat berbagai aturan maupun pembatasan yang bertentangan dengan Senate Bill 79 (SB 79). Aturan tersebut mendorong pembangunan hunian dengan kepadatan lebih tinggi di sekitar jaringan transportasi umum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Gugatan diajukan secara terpisah di wilayah hukum masing-masing kota. Californians for Homeownership juga bekerja sama dengan California Housing Defense Fund dalam langkah hukum tersebut.
Kelompok itu menilai kebijakan ketiga kota berpotensi menghambat upaya pemerintah California untuk menambah pasokan hunian. Penambahan pasokan rumah sendiri menjadi salah satu strategi yang didorong pemerintah untuk mengatasi mahalnya harga rumah di negara bagian tersebut.
Presiden CAR Tamara Suminski mengatakan pemerintah kota di California seharusnya mengikuti aturan yang telah ditetapkan oleh legislatif negara bagian.
"Kota-kota di seluruh California harus mematuhi aturan yang sama yang telah ditetapkan oleh legislatif negara bagian untuk pembangunan perumahan," kata Suminski.
Menurutnya, gugatan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong penyelesaian persoalan keterjangkauan hunian melalui jalur hukum.
Dalam kasus San Diego, kelompok tersebut menuding pemerintah kota menggunakan alasan minimnya jalur pejalan kaki untuk mengecualikan sejumlah lokasi di sekitar jaringan San Diego Trolley dari pembangunan berorientasi transit.
Californians for Homeownership menilai alasan tersebut tidak semestinya digunakan untuk membatasi pembangunan hunian. Mereka berpendapat pemerintah kota tidak dapat menjadikan kegagalannya menyediakan atau merawat trotoar sebagai dasar untuk menghambat pembangunan rumah di sekitar transportasi umum.
San Diego juga dituding menerbitkan peta kawasan yang tidak konsisten dan sulit dipahami terkait penerapan aturan tersebut.
Sementara di San Francisco, gugatan menyoroti kebijakan kota yang mengecualikan sejumlah kawasan dengan menetapkannya sebagai "pusat lapangan kerja industri".
Organisasi nonprofit YIMBY Law turut menjadi pihak dalam gugatan terhadap San Francisco. Mereka juga menuding kota tersebut tidak mematuhi aturan mengenai density bonus, yang memungkinkan pembangunan dengan kepadatan lebih tinggi dalam kondisi tertentu.
Berbeda lagi dengan Montebello. Kota tersebut memberlakukan moratorium pembangunan pada Juni melalui Ordinance No. 2495.
Dalam gugatannya, Californians for Homeownership menilai kebijakan tersebut melanggar sejumlah aturan, termasuk undang-undang yang diberlakukan pada 2019 untuk membatasi moratorium terhadap pembangunan perumahan.
Montebello sendiri menyatakan dalam ordinansinya bahwa penghentian sementara pembangunan diperlukan karena pemerintah kota sedang menyusun rencana pembangunan berorientasi transit sendiri.
Pengacara internal Californians for Homeownership, Matthew Gelfand, mengatakan aturan negara bagian tetap memberikan ruang bagi pemerintah kota untuk menyesuaikan kebijakan pembangunan dengan kebutuhan masing-masing wilayah.
"Legislatif telah memasukkan ketentuan mengenai kewenangan pemerintah daerah yang kuat dalam undang-undang ini, sehingga kota-kota dapat menyesuaikan kebijakan negara bagian agar lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakatnya," ujar Gelfand.
"Kami berkomitmen memastikan kota-kota mematuhi ketentuan tersebut secara ketat dalam menyusun kebijakan pembangunan berorientasi transit di daerah masing-masing," lanjutnya.
Persoalan ini terjadi ketika California tengah menghadapi masalah keterjangkauan hunian yang serius.
Menurut Realtor.com, California mendapatkan nilai F dalam laporan state-by-state housing affordability report card selama dua tahun berturut-turut.
Gubernur California Gavin Newsom kemudian mendorong pembangunan lebih banyak rumah, terutama hunian dengan kepadatan tinggi di kawasan yang sebelumnya dinilai menolak pembangunan.
(das/das)
