Sejumlah proyek properti tengah dibangun kawasan Meikarta yaitu rusun subsidi dan apartemen komersial. Pengembang Meikarta menjamin proyek apartemen komersial di sana pun akan menggunakan skema fasilitas likuiditas pemilikan rumah (FLPP) seperti proyek rumah subsidi.
Berapa cicilannya?
Presiden Direktur PT Mahkota Sentosa utama, Indra Azwar mengatakan, apartemen di Meikarta bisa didapat dengan skema FLPP dengan cicilan Rp 1,7 juta per bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Penyediaan hunian terjangkau tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Pemerintah telah menyediakan instrumen pembiayaan melalui FLPP. Perbankan menyalurkan pembiayaan, sementara pengembang menyediakan hunian yang sesuai dengan ketentuan program. Kami ingin mengambil bagian dalam ekosistem tersebut agar semakin banyak masyarakat memiliki akses terhadap hunian yang layak dan terjangkau," kata Indra Azwar, dikutip dari keterangan tertulis, Rabu (26/8/2026).
Meski begitu, Indra menegaskan tak semua orang bisa mengakses skema pembiayaan hunian ini. Hanya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang memenuhi syarat yang dapat mencicil.
Salah satu ketentuannya dari segi penghasilan. Di wilayah Jabodetabek, batas maksimal penghasilan MBR saat ini mencapai Rp 12 juta per bulan bagi masyarakat yang belum menikah dan Rp 14 juta per bulan bagi yang sudah menikah.
Selain itu, penerima FLPP juga harus memenuhi sejumlah persyaratan, antara lain merupakan Warga Negara Indonesia, belum memiliki rumah, dan belum pernah menerima subsidi atau bantuan pembiayaan perumahan dari pemerintah. Adapun pengajuan tetap melalui proses verifikasi dan analisis kelayakan oleh bank penyalur.
"Yang menjadi perhatian bukan hanya berapa harga rumahnya, tetapi apakah masyarakat mampu mengakses pembiayaannya. Bunga tetap, uang muka yang ringan, dan tenor yang panjang memberikan ruang bagi masyarakat yang memenuhi kriteria untuk merencanakan kepemilikan rumah secara lebih terukur," katanya.
"Bagi pekerja, rumah yang terjangkau bukan hanya soal cicilan. Lokasi juga menentukan berapa banyak waktu dan biaya yang harus dikeluarkan setiap hari untuk bekerja dan menjalani kehidupan bersama keluarga. Karena itu, akses terhadap hunian perlu dilihat secara lebih menyeluruh," ujarnya.
Selain itu, di kawasan yang sama, sudah dibangun rusun subsidi lewat lahan hibah dari pengembang Meikarta.
Seperti diberitakan, Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto mulai membangun program rumah susun subsidi di kawasan Meikarta, Cikarang, Kabupaten Bekasi. Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) telah melakukan groundbreaking proyek itu di atas lahan 30 hektare.
"(Lahan) 30 hektare ini luar biasa dari gambaran timnya Danantara, Pak James, dan tim kita kurang lebih bisa 140 ribu unit (rusun)," ujar Ara di kawasan Meikarta, Cikarang, Bekasi, Minggu (8/3/2026).
Lahan tersebut merupakan tanah hibah dari Lippo Group. Pada kesempatan itu, Pendiri Lippo Group, Mochtar Riady hadir dan menyerahkan tanda tanah dihibahkan untuk negara.
Dalam kesempatan lain, Ara mengungkapkan rusun tersebut ditargetkan sudah bisa dilakukan akad jual-beli akhir tahun ini. Penjualan itu dilakukan setelah progres pembangunan setidaknya mencapai 20 persen.
"Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa dilakukan akad. Secara bertahap ada 141.000 unit yang disiapkan di Meikarta," kata Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Kamis (23/7/2026).
Ara menyebutkan terdapat tiga jenis unit yang ditawarkan kepada pembeli, yakni isi satu hingga tiga kamar. Adapun luas unit bisa 25 sampai 45 meter persegi.
