Ada 141.538 Rumah Tak Layak Huni di Jaksel, Paling Banyak di Wilayah Ini

Ada 141.538 Rumah Tak Layak Huni di Jaksel, Paling Banyak di Wilayah Ini

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Sabtu, 22 Agu 2026 14:28 WIB
Menteri PKP Marurar Sirait saat kunjungan di kawasan Manggarai untuk melihat rumah yang akan direnovasi lewat Program BSPS
Menteri PKP Marurar Sirait saat kunjungan di kawasan Manggarai untuk melihat rumah yang akan direnovasi lewat Program BSPS. Foto: Sekar Aqillah Indraswari
Jakarta -

Wali Kota Jakarta Selatan Syafrin Liputo mengungkapkan ada 141.538 rumah tak layak huni di Jakarta Selatan. Ia berharap rumah tersebut bisa direnovasi lewat Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Hal ini disampikan oleh Syafrin saat mendampingi kunjungan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait (Ara) di kawasan Manggarai dalam acara pengecekan program BSPS.

"Setelah kami mendapatkan informasi ini (BSPS), maka kami akan lakukan konsolidasi untuk akselerasi terkait dengan pendataan. Memang secara data, ada 141.538 di Jakarta Selatan rumah yang tidak layak," ungkap Syafrin kepada Ara, di Manggarai, Jakarta Selatan, pada Jumat (21/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Syafrin mengatakan lokasi terbanyak ditemukan di Manggarai, Bukit Duri, dan Mampang. Namun, paling banyak adalah Kelurahan Bukit Duri di Kecamatan Tebet. Daerah tersebut memang terkenal kawasan padat penduduk.

ADVERTISEMENT

Ara menyampaikan kuota bedah rumah atau BSPS yang disiapkan oleh pemerintah adalah 2.000 rumah untuk tahun ini. Berarti kebutuhannya lebih besar dari jumlah yang disiapkan pemerintah. Ara meminta Syafrin untuk segera mendata titik-titik rumah yang bisa segera direnovasi.

"Kalau boleh hari Selasa putuskan ya. Jadi alokasinya mana, datanya ada supaya bisa kerja, Pak. Kami sangat menghargai Pak Gubernur, Wali Kota, tolong Bapak selesaikan ya untuk di daerah-daerah yang sangat padat dan sangat kumuh dan sangat membutuhkan di Jakarta," pesan Ara.

Syafrie mengatakan akan mengumpulkan camat di kawasan Jakarta Selatan untuk mengumpulkan data rumah-rumah yang berhak diprioritaskan. Setelah itu, datanya akan dikirimkan ke Kementerian PKP untuk segera dicek dan dilakukan renovasi.

"Nanti siang (21 Agustus 2026) jam 13.30 kami kumpulkan seluruh camat termasuk OPD terkait. Alhamdulillah dari Bu Dirjen (Jenderal Perumahan Perkotaan Kementerian PKP Sri Haryati) dan Kepala Balai nanti akan hadir sehingga seluruhnya bisa melakukan akselerasi untuk program ini," ujarnya.

Ada pun, Program BSPS disiapkan untuk merenovasi rumah-rumah tak layak huni dengan anggaran dan desain rumah yang sudah ditentukan oleh pemerintah. Pemilik rumah tidak dipungut biaya sepersen pun. Bahkan saat ini syaratnya lebih fleksibel. Jika dulu hanya rumah yang sudah memiliki sertifikat atau SHM, saat ini asal memiliki bukti menempati sebuah rumah atau mengontrak, tetap bisa direnovasi oleh pemerintah.

Kementerian PKP telah menetapkan jumlah rumah yang bisa dibedah di Jakarta adalah 10.300 unit. Sementara di Jakarta Selatan kebagian 2.000 rumah.

(aqi/das)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads