Warga Amerika Serikat (AS) mulai menghadapi tekanan dalam membayar cicilan rumah dan kendaraan. Data terbaru menunjukkan semakin banyak masyarakat yang menunggak pembayaran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan pinjaman mobil.
Dikutip dari CNN, Rabu (12/8/2026), data Federal Reserve Bank of New York menunjukkan proporsi masyarakat yang terlambat membayar cicilan KPR setidaknya 30 hari pada kuartal II-2026 menjadi yang tertinggi dalam satu kuartal sejak 2015.
Tak hanya KPR, kondisi serupa juga terjadi pada pinjaman kendaraan. Jumlah masyarakat yang masuk kategori tunggakan serius atau terlambat membayar cicilan mobil selama 90 hari atau lebih pada periode yang sama menjadi yang tertinggi sejak 2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini menjadi sinyal bahwa sebagian masyarakat AS mulai mengalami tekanan keuangan yang lebih berat. Meski demikian, New York Fed menilai situasi tersebut belum menunjukkan kondisi separah krisis keuangan global.
Para peneliti New York Fed menyebut tingkat tunggakan secara keseluruhan memang lebih tinggi dibandingkan sebelum pandemi. Namun, angkanya masih relatif stabil dan belum memburuk hingga level yang terjadi ketika Great Financial Crisis maupun periode setelahnya.
Kondisi tersebut juga menggambarkan perekonomian AS yang tidak dirasakan secara merata oleh seluruh masyarakat.
Matt Schulz, analis keuangan konsumen dari LendingTree, mengatakan sebagian masyarakat masih berada dalam kondisi finansial yang baik. Namun, di sisi lain, banyak warga yang mulai kesulitan menghadapi kenaikan harga dan kondisi pasar kerja yang menantang.
"Anda benar-benar melihat banyak orang yang baik-baik saja dan tetap berbelanja karena mereka merasa nyaman serta memiliki pekerjaan yang aman. Namun, ada juga banyak orang yang benar-benar kesulitan dan sangat cemas karena harga-harga yang tinggi dan pasar kerja yang menantang," kata Schulz kepada CNN.
Menurutnya, meningkatnya tunggakan pinjaman kendaraan patut menjadi perhatian. Apalagi harga bahan bakar juga mengalami kenaikan dalam beberapa bulan terakhir.
"Tidak mengherankan jika tunggakan pinjaman kendaraan mulai meningkat, tetapi hal ini tetap mengkhawatirkan. Orang biasanya tidak berhenti membayar cicilan mobil sampai mereka benar-benar berada di bawah tekanan keuangan," ujarnya.
" Bagi banyak warga Amerika, mobil adalah sarana untuk pergi bekerja dan membuat kehidupan sehari-hari mereka tetap berjalan," sambungnya.
(das/das)
