Ini Penyebab Rumah Bebas Pajak Sepi Peminat Dibanding Hunian Mewah Rp 5 M

Ini Penyebab Rumah Bebas Pajak Sepi Peminat Dibanding Hunian Mewah Rp 5 M

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Selasa, 11 Agu 2026 07:08 WIB
Ilustrasi rumah impian
Ilustrasi rumah. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Saat ini properti premium yang harganya sekitar Rp 5 miliar ke atas laku keras di pasaran. Namun, berdasarkan data dari Knight Frank rumah Rp 2 miliar ke bawah yang sudah dibantu insentif pajak pembelian properti justru tidak begitu terdongkrak.

Menanggapi hal ini, pengamat properti sekaligus CEO of Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan pembeli rumah premium tersebut adalah kelas atas yang sebenarnya ingin berinvestasi.

Mereka membeli properti premium untuk aset dan kebanggaan. Seperti yang kita tahu rumah adalah salah satu instrumen aset yang menguntungkan karena dari tahun ke tahun nilainya meningkat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dia (membeli sebagai) aset, dia simpan aja. Bisa menyewakan lagi, bisa. Tapi dia itu kayak semakin atas orang beli itu semakin kebanggaan. Kayak ada harga Rp 60 miliar, Rp 80 miliar. Itu kalau disewakan, keseharian investasi nggak akan untung," kata Ali saat ditemui dalam acara Press Conference The People's Choice 2026, Indonesia's Top Consumer Voted Awards, di Raffles Hotel Jakarta pada Senin (10/8/2026).

Namun, Ali melihat sebenarnya tren tingginya pembelian rumah premium dibandingkan rumah Rp 2 miliar ke bawah ini sudah mulai mengalami penurunan. Dalam 3 tahun terakhir jumlahnya tidak sebanyak sebelumnya.

ADVERTISEMENT

"Saat ini meskipun masih ada yang beli tapi trennya sudah menurun. Kenapa? Sejak 3 tahun lalu lah. Jadi kenapa saya bilang si orang yang investor ini, orang yang Rp 3 miliar atau Rp 5 miliar ini, dia udah kebanyakan aset. Dengan kondisi yang mungkin nggak terlalu bagus," jelasnya.

Ia melihat saat ini sudah banyak rumah premium yang mulai dilepas di pasaran. Hal itu dikarenakan fenomena lepas aset tadi akibat terlalu banyak jumlahnya.

Lantas, kenapa perumahan Rp 2 miliar terlihat sepi peminat? Kata Ali memang kondisi pasar saat ini sedang tidak baik-baik saja. Berdasarkan data miliknya memang terjadi penurunan penjualan properti sejak awal tahun.

Adanya bantuan pemerintah lewat insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) adalah pendongkrak utama. Ia melihat penjualan properti Rp 2 miliar ke bawah yang banyak terjual adalah produk yang mendapatkan PPN DTP.

"Kalau nggak ada PPN DTP mungkin penjualan makin jatuh lagi," tutur Ali.

Ada pun alasan penjualan properti Rp 2 miliar ke bawah lesu karena faktor ekonomi, daya beli, hingga badai PHK.

Sebelumnya diberitakan, menurut General Manager Indonesia dari Knight Frank, Frank Tumewa, rumah-rumah yang penjualannya meningkat adalah hunian mewah yang nilainya di atas Rp 5 miliar.

"Saat ini untuk market yang middle up yang masih bergerak. Dimana PPN DTP mungkin masih di bawah harganya Rp 5 miliar ke bawah. Sedangkan yang sekarang masih berjalan bagus itu yang harganya Rp 5 miliar ke atas," jelasnya.

Senada, Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat juga mengatakan daya tarik PPN DTP pada awal tahun ini tidak begitu mendongkrak penjualan rumah di bawah Rp 2 miliar.

Padahal PPN DTP pada tahun sebelumnya menjadi daya tarik utama konsumen berbondong-bondong membeli rumah. Namun sekarang tidak berpengaruh signifikan.

"Bahkan beberapa developer menyebutkan bahwa kontribusi penjualan rumah dengan PPN DTP itu bisa, persentasinya bisa sampai dua digit gitu ya. Dua digit bukan sepuluh ke atas, jadi sudah dua digit ya. Jadi kontribusinya itu cukup signifikan untuk menggerakkan transaksi di sektor residensial," ungkapnya.

Menurutnya penyebabnya bisa dari berbagai hal. Ia berharap setiap tahun ada evaluasi mengenai serapan insentif ini agar dapat terserap dengan baik setiap tahun.

"Saya rasa ini adalah hal yang sifatnya multi dimensi ya. Ketika kenapa ini sudah berjalan two years, mungkin tahun ketiga, tahun keempat, dan kita perlu memformulasikan lagi lebih cermat sehingga real effective demandnya bisa menyerap PPN DTP lebih efektif," tuturnya.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads