×
Ad

Tak Biasa! Ini Bahan Genteng BRIN yang Dibanting dan Diinjak Prabowo

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Jumat, 07 Agu 2026 15:10 WIB
Peneliti BRIN Sukma Surya Kusumah dan Presiden Prabowo Subianto Foto: YouTube Sekretariat Presiden
Jakarta -

Presiden Prabowo Subianto membanting dan menginjak genteng buatan peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Hal itu dilakukan untuk menguji kekuatan genteng yang terbuat dari bahan yang tak biasa.

Genteng berwarna coklat itu berbentuk persegi yang lebar dan tipis. Saat diangkat oleh Prabowo pun dianggap ringan.

Peneliti BRIN dari Pusat Riset Biomassa Indonesia Sukma Surya Kusumah menjelaskan kepada Prabowo bahwa genteng itu terbuat dari sabut kelapa. Ia mengklaim genteng itu tahan lama dan ramah lingkungan.

"Genteng berbasis sabut kelapa," ujar Sukma pada pertemuan Presiden RI dengan 150 Periset dari Badan Riset dan Inovasi Nasional, dikutip dari YouTube Sekretariat RI, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, genteng sabut kelapa ini kuat dan tidak mudah pecah. Untuk membuktikannya, ia mempersilakan Prabowo untuk melempar dan menginjak genteng tersebut.

"(Genteng sabut kelapa) nggak mudah pecah, bisa didemokan untuk diinjak atau dilempar," ucapnya.

Selain itu, ia menjelaskan biaya genteng untuk rumah tipe 36 sekitar Rp 11 juta. Genteng itu pun pernah digunakan untuk rumah tipe 4x6 di Nias dengan biaya sekitar Rp 12 juta.

"Genteng tanah (liat) itu Rp 7 ribu per piecesnya, Bapak (Prabowo). Kita masih Rp 15-26 ribu (per biji). Dengan kapasitas lebih besar bisa berkurang lagi jadi Rp 10 ribu (per biji)," jelasnya.

Sementara itu, Prabowo menguji coba kekuatan genteng terbuat dari sabut kelapa itu dengan mengetuk-ngetuk materialnya. Lalu, dia membanting dan menginjak genteng.

"Genteng ini kuat ya? Nggak mudah pecah?" tanya Prabowo kepada Sukma.

Usai diinjak, genteng buatan BRIN ini terlihat masih utuh tanpa tanda kerusakan. Menurutnya, genteng itu bagus. Ia bahkan menanyakan potensi biaya hingga produksi massal, apalagi untuk program gentengisasi.

"Tapi (genteng) ini bagus nih. Ini bisa produksi massal?" ucapnya.




(dhw/das)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork
InsertLive
Kamis, 01 Jan 1970 07:00 WIB