Tingkat Keterisian Kantor di DKI Tembus 80%, Tak Lagi Diisi 'Hantu'?

Tingkat Keterisian Kantor di DKI Tembus 80%, Tak Lagi Diisi 'Hantu'?

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 06 Agu 2026 13:50 WIB
Gedung perkantoran bertingkat di Jakarta. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Ilustrasi gedung kantor di Jakarta. Foto: dikhy sasra
Jakarta -

Sektor perkantoran di Jakarta terus mengalami peningkatan jumlah penyewa pasca Covid-19. Berdasarkan data dari perusahaan konsultan properti dan agen real estate Knight Frank, tingkat keterisian (okupansi) saat ini sudah mencapai 80 persen.

"Tingkat hunian saat ini ada di angka 80 persen atau meningkat 0,7 persen dari kuartal kedua tahun 2025 yang ada di angka sekitar 79,3 persen," kata Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat dalam Online Press Conference Jakarta Property Highlights H1 2026, pada Kamis (6/8/2026).

Meskipun okupansinya hampir mendekati angka sempurna, perkantoran belum sepenuhnya terbebas dari ruang kosong yang saat ini sebanyak 1.463.883 meter persegi yang terdiri dari ruang kantor rental (sewa), strata-title (ruang kantor milik sendiri di dalam gedung bertingkat), dan owner occupied (gedung milik pribadi).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Overall tingkat hunian ini meskipun setelah Covid-19 ini recovery, meski perlahan. Tapi terus recovery sehingga saat ini kita berada pada okupasi di angka 80 persen," ujarnya.

Capaian 80 persen ini juga sempat terjadi pada 2017 dan di tahun berikutnya terus turun hingga puncaknya adalah saat semua harus work from home (wfh) dan menjauhi kerumunan imbas Covid-19.

ADVERTISEMENT

"Rasanya untuk kembali ke masa-masa kejayaan okupansi office seperti masa pra-pandemi, kita masih membutuhkan waktu yang mungkin cukup signifikan dalam beberapa tahun ke depan," tuturnya.

Untuk total pasokan ruang kantor saat ini mencapai 7.326.495 meter persegi dan jumlahnya tidak berubah sejak 2024. Dalam kata lain, sejak dua tahun lalu tidak ada ruang kantor baru di Jakarta. Hal ini bukan berarti buruk, pasar tengah menyeimbangkan pasokan dan kebutuhan di lapangan.

Dalam 2 tahun ke depan Jakarta dikabarkan akan kedatangan 3 tower perkantoran baru. Dengan jumlah pasokan ruang yang akan tersedia mencapai 191.500 meter persegi.

Kemudian, adanya peningkatan jumlah okupansi ternyata tidak berpengaruh besar pada harga sewa perkantoran. Syarifah mengatakan kantor jenis premium grade A yang biasanya di lokasi paling strategis di Jakarta harga sewanya sekitar Rp 294.052 per meter persegi, kantor grade A sekitar Rp 231.407 per meter persegi, kantor grade B sekitar Rp 163.468, dan kantor grade C sekitar Rp 139.794 per meter persegi.

"Jadi memang meskipun okupansinya perlahan membaik, namun kita lihat bahwa harga sewa sepertinya tertahan untuk penyesuaian," ungkapnya.

Tren Green Building Diminati

Syarifah mengungkapkan meningkatnya jumlah green building atau bangunan perkantoran yang lebih ramah lingkungan bukan hanya tren sesaat. Jumlah gedung kantor di Jakarta yang telah mendapat julukan green building saat ini adalah 27 persen. Dalam kata lain, dari 7,3 juta meter persegi ruang kantor di Jakarta, sebanyak 3,7 juta meter persegi merupakan green office.

"Kalau tadi saya sampaikan general office ada di angka okupansinya 80 persen, untuk green office ada di angka 83,4 persen, otomatis 3 persen lebih tinggi dari overall office building di Jakarta," sebutnya.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads