Rusun Klender Bakal Direvitalisasi, dari 1.280 Unit Jadi Lebih dari 10.000 Hunian

Rusun Klender Bakal Direvitalisasi, dari 1.280 Unit Jadi Lebih dari 10.000 Hunian

Danang Sugianto - detikProperti
Rabu, 05 Agu 2026 19:09 WIB
Rusun Tanah Abang merupakan rumah susun pertama di Jakarta. Rusun ini mulai dihuni sejak 1981 hingga sekarang.
Ilustrasi rusun (Foto: Grandyos Zafna)
Jakarta -

Rumah Susun (Rusun) Klender di Jakarta Timur bakal direvitalisasi menjadi kawasan hunian vertikal baru. Kawasan yang selama puluhan tahun dihuni masyarakat itu direncanakan bertransformasi dari 78 blok rumah susun menjadi 14 tower dengan lebih dari 10.000 unit hunian.

Rencana tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara Perum Perumnas dan PT Agung Podomoro Land Tbk sebagai tahap awal penjajakan kerja sama pengembangan proyek revitalisasi.

Pelaksana Tugas (Plt.) Direktur Utama Perumnas Imelda Alini Pohan mengatakan revitalisasi dilakukan untuk meningkatkan kualitas kawasan sekaligus memperluas penyediaan hunian layak di perkotaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Perumnas berkomitmen melaksanakan seluruh proses revitalisasi secara partisipatif dengan mengedepankan komunikasi yang terbuka, transparan, dan konstruktif bersama masyarakat penghuni Rumah Susun Klender," kata Imelda dalam keterangan tertulis, Rabu (5/8/2026).

Menurutnya, proyek tersebut tidak hanya berfokus pada pembangunan gedung baru, tetapi juga peningkatan kualitas hidup penghuni.

ADVERTISEMENT

"Kami meyakini keberhasilan proyek ini tidak hanya diukur dari terbangunnya hunian baru, tetapi juga dari sejauh mana revitalisasi ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan berkelanjutan," ujarnya.

Dalam rencana pengembangannya, seluruh penghuni eksisting disebut akan tetap mendapatkan unit pengganti sebagai bagian dari perlindungan hak masyarakat selama proses revitalisasi berlangsung.

Rusun Klender dipilih karena dinilai memiliki lokasi strategis. Kawasan tersebut terhubung dengan jaringan transportasi massal dan berbagai fasilitas publik sehingga berpotensi dikembangkan menjadi kawasan hunian berbasis Transit Oriented Development (TOD).

Perumnas menyebut revitalisasi kawasan hunian lama menjadi salah satu strategi untuk mendukung Program 3 Juta Rumah, terutama di tengah semakin terbatasnya lahan di kawasan perkotaan.

Sebelumnya, Perumnas juga telah merevitalisasi Rumah Susun Sukaramai di Medan. Pengalaman tersebut akan menjadi acuan dalam pengembangan Rusun Klender dengan tetap memperhatikan aspek sosial, ekonomi, dan keberlanjutan kawasan.

Sementara itu, President Director PT Agung Podomoro Land Tbk Bacelius Ruru mengatakan pihaknya akan melakukan kajian bersama Perumnas terkait aspek teknis, hukum, finansial, hingga model bisnis proyek sebelum pengembangan dimulai.

(das/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads