Pramono Tegaskan Jakarta Aman, Mal Dipagari Ganggu Kenyamanan

Pramono Tegaskan Jakarta Aman, Mal Dipagari Ganggu Kenyamanan

Brigitta Belia Permata Sari - detikProperti
Sabtu, 01 Agu 2026 18:32 WIB
Area depan Mal Kota Kasablanka kini telah dipagari.
Area depan Mal Kota Kasablanka kini telah dipagari. Foto: Ilham Satria Fikriansyah/detikcom
Jakarta -

Temuan maraknya pemasangan pagar tinggi di mal, perkantoran, dan bangunan, meraih perhatian Pemerintah Provinsi Jakarta. Gubernur Pramono Anung menilai hal tersebut berlebihan.

"Termasuk pemilik mal, properti, perkantoran, dan sebagainya tidak perlu kemudian harus memasang pagar yang berlebihan," kata Pramono di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (1/8/2026).

Meskipun pagar umumnya kaitannya dengan keamanan, untuk fenomena kali ini menurutnya menimbulkan ketidaknyamanan. Ia ingin semua orang di Jakarta selalu merasakan keamanan dan kenyamanan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jangan sampai kemudian ini menjadi image bahwa Jakarta sedang tidak baik-baik saja. Padahal menurut saya, sebagai Gubernur Jakarta, dan saya melakukan koordinasi dengan aparat keamanan dan aparat penegak hukum di berbagai sektor, saya meyakini bahwa Jakarta aman-aman saja," tegasnya.

Pramono mengungkapkan visinya ingin Jakarta menjadi kota yang lebih terbuka dan hijau. Pemasangan pagar tinggi justru bertolak belakang dengan konsep ruang perkotaan tersebut.

ADVERTISEMENT

"Bahkan saya berpikir pagarnya itu nggak perlu tinggi-tinggi. Kemudian yang penting pohonnya yang banyak, lebih hijau. Antara satu dan sebelah, bersebelahan itu juga mungkin lebih baik dibuka," katanya.

Ia akan meminta agar pagar-pagar tinggi di tempat umum tersebut dibongkar.

"Dan saya akan segera mengoordinasikan untuk menertibkan itu," ujarnya.

Permintaan ini bukan berarti Pemprov DKI akan melarang pembangunan pagar tinggi. Belum ada aturan spesifik yang mengatur hal tersebut. Namun, menurutnya memasang pagar terlalu tinggi mengganggu estetika kota dan kenyamanan.

"Untuk larangan itu, terus terang, memang tidak secara spesifik. Tetapi dengan membuat pagar yang berlebihan, itu mengganggu kenyamanan, mengganggu Jakarta yang sekarang ini menurut saya harusnya bisa lebih baik," ucapnya.

Ia menyebut keputusan membongkar pagar tersebut merupakan langkah penataan di wilayah Jakarta. Tujuannya agar masyarakat maupun pelaku usaha merasa aman dan nyaman beraktivitas di Ibu Kota.

"Kalau untuk daerah lain saya enggak mau ikut campur, tapi untuk Jakarta saya berkeinginan betul bahwa masyarakat semuanya merasa aman, nyaman," tuturnya.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads