Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) Heru Pudyo Nugroho mengungkapkan jumlah pembeli rumah subsidi dari kalangan Gen Z meningkat. Berdasarkan data BP Tapera per 2025, jumlahnya sekitar 62 persen dari total pembeli.
Catatan itu menjadi bukti yang mematahkan stigma selama ini bahwa Gen Z ogah membeli rumah dan memilih sewa rumah.
"Karena realisasi tahun lalu yang 278.868 itu, kurang lebih 62 persennya diakses oleh Gen Z itu," kata Heru kepada awak media saat ditemui di acara Akad Massal 62.000 Rumah Subsidi di Batang, Jawa Tengah pada Kamis (30/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
BP Tapera juga telah menargetkan untuk menarik lebih banyak debitur muda. Mereka membuat berbagai macam kampanye dengan menampilkan pembeli-pembeli muda berusia awal 20-an dalam berbagai kesempatan.
"Ini membawa optimisme, membawa kesadaran teman-teman muda sekarang ini untuk melakukan investasi jangka panjang berupa rumah. Investasi model ini itu juga masih sangat tinggi, kesadarannya," ujarnya.
Data ini juga senada dengan pernyataan pengembang-pengembang rumah subsidi yang hadir di lokasi. Salah satunya adalah pengembang Perumahan Pesona Kahuripan di Bogor, Angga Budi Kusuma. Ia mengatakan jumlah pembeli dari kalangan Gen Z sudah cukup masif, meskipun kalangan milenial masih tinggi.
"Gen Z pun ini antusiasnya tinggi untuk ambil rumah subsidi. Saya sedang siapkan datanya. Selama ini kan Gen Z ini dinilai untuk keinginan untuk mempunyai hunian itu kan dinilainya rendah. Tapi saya punya data ternyata keinginan mereka tinggi. Tergantung bagaimana cara kita memilih lokasi. Kan yang diinginkan Gen Z itu lokasi tidak terlalu jauh dari transportasi," ungkap Angga saat ditemui di lokasi yang sama.
Kemudian, pengembang Puri Delta Asri di Batang, Jawa Tengah, Sri Widodo juga mengungkapkan sudah banyak pembeli rumah subsidi di tempatnya yang berusia awal 20-an atau Gen Z. Salah satu contohnya adalah seorang satpam muda berusia 23 tahun yang kini memiliki rumah di perumahannya.
"Cuma ini yang menarik juga, jangan salah bahwasanya Gen Z itu sudah mulai perhatiannya ke rumah daripada Gen Z di luar yang seperti itu. Seperti yang nanti akan dikunjungi (Presiden Prabowo Subianto), itu sekuriti perempuan usianya masih 20 tahun, masih single, itu salah satu contoh Gen Z yang sudah tanggap terhadap pentingnya memiliki hunian," terangnya.
Widodo menambahkan meskipun lokasi perumahannya tidak di perkotaan, tetapi peminat rumah subsidi masih tinggi di Batang. Rata-rata yang mengambil rumah di Puri Delta Asri adalah buruh pabrik, karyawan swasta, hingga pekerja sektor non informal, seperti pekerja bengkel dan UMKM.
(aqi/das)
