×
Ad

Realisasi Baru 111.537 Unit, Target 350.000 Rumah Subsidi Bisa Tercapai?

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Rabu, 29 Jul 2026 12:32 WIB
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait Foto: Danica Adhitiawarman
Jakarta -

Pemerintah mempunyai target menyalurkan 350.000 unit rumah subsidi tahun ini. Namun hingga pertengahan tahun, realisasi program itu baru 111.537 unit.

Lantas, apakah kuota tersebut bisa dicapai akhir tahun ini?

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan masih berupaya untuk memenuhi target rumah subsidi. Salah satu caranya dengan menyediakan rumah susun (rusun) subsidi.

"Kita berusaha yang terbaik, kan kita berharap nanti misalnya lompatan itu salah satunya dari Meikarta yaitu rumah susun," ujar Ara di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Pusat, Selasa (28/7/2026).

Ia menyebut program rumah subsidi melalui skema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) itu berupa rumah tapak dan rumah vertikal.

"Ya tentu ada rumah tapak ada rumah vertikal, dan dua-duanya masuk ke dalam program tiga juta rumah dengan skema FLPP," kata Ara.

Untuk diketahui, saat ini ada proyek pembangunan rusun subsidi di Meikarta, Cikarang. Rencananya bakal ada 141.000 unit rusun dibangun secara bertahap di sana. Ara pun menargetkan akad rusun tersebut bisa dilakukan akhir tahun ini.

"Mudah-mudahan akhir tahun ini sudah bisa dilakukan akad. Secara bertahap ada 141.000 unit yang disiapkan di Meikarta," kata Ara di Kantor Dewan Ekonomi Nasional, Kamis (23/7/2026).

Sementara itu, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sudah mencatatkan realisasi rumah subsidi di angka 111.537 unit per 23 Juli 2026. Angka ini terdiri dari 111.527 unit rumah tapak dan 10 unit rusun.

Dengan target penyaluran FLPP sebesar 350.000 unit, realisasinya sudah mencapai 31,87 persen. Adapun nilai pembiayaan yang sudah diberikan sebesar Rp 13,874 triliun.

Komisioner BP Tapera Heru Pudyo Nugroho pernah mengatakan penyaluran rumah subsidi memang menghadapi tantangan dari sisi suplai tahun ini. Ia menyebutkan tantangan pengembang rumah subsidi adalah kenaikan harga material dan masalah perizinan.

"Kalau saya sih dari sisi demand sebenarnya masih nggak ada masalah. Nah emang dari sisi suplai ada tantangan nih. Sudah disampaikan juga kami kepada Kementerian (PKP), Pak Menteri (PKP Maruarar Sirait) adanya eskalasi kenaikan harga-harga bahan material," kata Heru dalam Konferensi Pers Pra Event Akad Massal 62.000 KPR Sejahtera FLPP dan Akad Massal KUR Perumahan, di Kantor BP Tapera, Jakarta Pusat, Jumat (24/7/2026).

Meski demikian, Heru tetap optimistis target penyaluran 350.000 rumah subsidi dapat tercapai. Sebab, tantangan-tantangan tersebut akan diupayakan oleh pemerintah.

"Kita tetap optimistis karena dukungan dari pengampu kebijakan level kementerian, level menteri sangat luar biasa," ucapnya.



Simak Video "Video Prabowo Puji Maruarar saat Launching 26 Ribu Rumah: Beliau Pekerja Keras"

(dhw/dhw)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork