Pengembang Apartemen LRT City, PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) mengungkapkan dari 12 proyek yang mereka kerjakan, baru 3.000 unit yang sudah diserahterimakan kepada konsumen.
"Ada yang berhasil, Pak, 3.000 (unit). Jadi, mereka sudah tinggal di sana," kata Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) Indra Syahruzza dalam pertemuan mediasi dengan konsumen di Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), di Wisma Mandiri II, Jakarta pada Jumat (24/7/2026)
Kemudian Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) bertanya kepada konsumen yang belum mendapatkan unit mengenai pernyataan tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada yang berhasil nggak dari 12 lokasi? Ada yang berhasil nggak? Jadi 3.000 udah diserahterimakan. Betul begitu, Pak, Bu? Nggak tahu?" tanyanya.
Lokasi proyek yang berhasil melakukan serah terima berada di Apartemen LRT City Jatibening, Sentul, dan Bekasi (Eastern Green).
Kemudian, Indra Syahruzza mengungkapkan alasan kenapa ada proyek yang mangkrak dan ada yang berhasil. Menurutnya, beberapa faktornya adalah masalah keuangan perusahaan, adanya Covid-19, dan tingkat permintaan yang berbeda-beda tiap proyek.
"Itu sebenarnya akumulasi Pak, pendanaan itu. Ada yang ekspansinya terlalu besar. Kemudian demand yang nggak menentu, udah Covid, dan lain-lain," ungkapnya.
Meskipun 3.000 unit sudah diberikan kepada pembeli, masih banyak konsumen di proyek lain, seperti Apartemen LRT City Ciracas, Tebet, Cibubur, Apartemen Oase Park, dan lainnya yang belum mendapatkan unit. Konsumen yang menjadi korban proyek mangkrak ADCP saat ini masih berjuang agar mendapatkan uangnya kembali. Meskipun ADCP menyatakan tidak bisa mengembalikan uang tersebut karena kondisi ekonomi.
"Kondisi keuangan ADCP saat ini kan sudah sangat buruk. Mau refund juga susah. Kondisinya cash flownya negatif," ungkap Indra dalam pertemuan tersebut.
Selain itu, mereka mengklaim tengah mendekati beberapa investor dari China dan lokal untuk mendapatkan pendanaan. Mereka berjanji tetap berupaya melanjutkan proyek.
"Ya ada beberapa sih (investor). Ada yang dari China, Indonesia. (Itu sudah deal untuk investasi?) Belum. Masih tahap inisiasi, masih di MoU. (Selain investor China?) Ada dari lokal sih. Ada 2 ya. Jadi baru ada sekitar 3-4 ya," ungkap Indra kepada detikcom ditemui seusai acara.
Ia menargetkan bisa menggaet investor paling cepat 3 bulan ke depan atau mungkin sampai 6 bulan dan mengatakan harga unit tidak akan naik apabila ada investor swasta masuk dalam proyek karena harga sudah diatur dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).
Berdasarkan catatan detikcom, ADCP pernah mengungkapkan jumlah konsumen yang belum mendapat unit adalah 2.400 orang. Ini merupakan akumulasi dari konsumen dari berbagai proyek. Hal ini terungkap dalam pertemuan mediasi yang dihadiri oleh Kementerian PKP, direksi ADCP, dan 5 konsumen yang diundang.
Dalam pertemuan tersebut, ADCP juga mengklaim tidak sanggup memberikan pengembalian dana (refund) kepada konsumen. Alasannya keuangan mereka sudah buruk.
"Refund tadi dari direksi menyatakan sangat tidak mungkin karena cash flow-nya nggak ada. Tadi cash flow arus kas yang tersedia untuk menyelesaikan 3 unit ini kesulitan mereka. Mereka lagi cari investor. Katanya sudah, ya. Sudah deal, tinggal pelaksanaannya," kata Inspektur Jendral Kementerian PKP Heri Jerman saat ditemui seusai pertemuan di Marketing Gallery Apartemen LRT Ciracas, pada Rabu (22/7/2026).
Mereka hanya bersedia menyediakan unit kosong di tempat lain untuk ditempati oleh konsumen selagi menunggu apartemen yang mereka beli selesai dibangun. Unit yang dipinjamkan tersebut merupakan aset milik ADCP dan stoknya terbatas. Namun, untuk sistem penyerahan dan lokasinya belum ditentukan.
"Kesepakatan yang pertama adalah minta ganti rugi unit, sambil menunggu penyelesaian. Bukan sewa, dikasih unit lain yang ready stock. Sambil sampai itu (apartemen) jadi. Tapi itu tergantung ketersediaan. Bukan terus semuanya akan begitu (mendapat unit pinjaman)," kata Heri.
