Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengungkapkan pihaknya sudah memiliki pengalaman untuk membantu penyelesaian refund di kasus konsumen Meikarta. Berdasarkan data Kementerian PKP sudah ada 51 konsumen yang mendapatkan uangnya kembali (refund) untuk total 52 unit yang mereka beli.
Hal ini disampaikan di depan Konsumen dan pengembang Apartemen LRT City, yakni PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) dalam pertemuan mediasi di Kantor Kementerian PKP di Wisma Mandiri II, Jakarta.
"Yang dikembalikan uang berapa? 51. Yang menerima unit berapa? 428," kata Ara pada Jumat (24/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam pertemuan tersebut konsumen yang hadir meminta kepada ADCP untuk melakukan refund. Mereka sudah tidak mau menunggu pembangunan apartemen selesai mengingat janji yang terus mundur.
"Maka langkah yang pasti adalah kami meminta full refund Pak, atas semua biaya yang telah kami keluarkan untuk pembelian unit yang masing-masing kami beli Pak. Dan kami jujur Pak, 7 tahun bukan waktu yang sebentar Pak," kata Andre, salah satu konsumen Apartemen LRT Ciracas dalam pertemuan tersebut.
Selain konsumen LRT Ciracas, Tebet, dan Cibubur yang hadir. Ada pula konsumen Apartemen Oase Park yang proyeknya belum sama sekali dibangun. Konsumen bernama Dila mengatakan jumlah pembeli unit di Apartemen Oase Park ada 190 orang dengan tingkat keterisian sekitar 40 persen. Semuanya belum mendapatkan unit dan sekarang berharap uang mereka dikembalikan.
"Keinginan kita dari Oase Park itu refund full sesuai dengan ketentuan dari SPPU-nya Itu saya baca dari bolak-balik, pasal 5, halaman 5, poin 11, ada ketentuannya seperti itu," ujarnya.
Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) Indra Syahruzza menjawab bahwa pihaknya belum mampu untuk memberikan pengembalian dana (refund) karena keuangan yang tidak sehat.
"Kondisi keuangan ADCP saat ini kan sudah sangat buruk. Mau refund juga susah. Kondisinya cash flownya negatif," kata Indra dalam pertemuan tersebut.
Namun, mereka berupaya untuk menyelesaikan proyek. Mereka mengklaim tengah mendekati beberapa investor dari China dan lokal untuk mendapatkan pendanaan.
"Ya ada beberapa sih (investor). Ada yang dari China, Indonesia. (Itu sudah deal untuk investasi?) Belum. Masih tahap inisiasi, masih di MoU. (Selain investor China?) Ada dari lokal sih. Ada 2 ya. Jadi baru ada sekitar 3-4 ya," ungkap Indra kepada detikcom ditemui seusai acara.
Ia menargetkan bisa menggaet investor paling cepat 3 bulan ke depan atau mungkin sampai 6 bulan dan mengatakan harga unit tidak akan naik apabila ada investor swasta masuk dalam proyek karena harga sudah diatur dalam Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB).
Selain itu, dalam pertemuan ini Ara mengatakan akan meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa PT Adhi Karya (Persero) Tbk, induk perusahaan PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP).
Hal ini menyusul kabar banyak proyek Apartemen di bawah ADCP yang tidak selesai karena keuangan perusahaan yang minus. Bahkan uang konsumen yang nasibnya digantung juga tidak bisa dikembalikan.
"Saya rasa ini kan Adhi Karya, ya. Saya kebetulan nanti malam jam 20.00 ini ketemu sama BPK. Saya minta boleh nggak diaudit saja, Pak? (Direktur Utama PT ADCP Indra Syahruzza) Kalau perlu audit investigasi aja. Nanti ikutin saya, ya. Ya, saya usulkan aja. Ya, saya rasa boleh kan saya sebagai menteri usulkan," kata Ara dalam pertemuan.
Usulan audit ini tercetus ketika Ara tengah bertanya kepada ADCP kenapa tidak bisa memenuhi kewajiban mereka untuk mengembalikan uang konsumen. Pasalnya ADCP sudah jelas melanggar perjanjian jual beli dan harus memberikan refund.
