Sekitar 20 konsumen Apartemen LRT City merapat ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). Dalam pertemuan ini pihak developer PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) juga turut dihadirkan untuk mediasi.
Konsumen menegaskan ingin uang mereka dikembalikan (refund). "Maka langkah yang pasti adalah kami meminta full refund Pak, atas semua biaya yang telah kami keluarkan untuk pembelian unit yang masing-masing kami beli Pak. Dan kami jujur Pak, 7 tahun bukan waktu yang sebentar Pak," kata Andre, salah satu konsumen Apartemen LRT Ciracas di Wisma Mandiri II pada Jumat (24/7/2026).
Selain konsumen LRT Ciracas, Tebet, dan Cibubur yang hadir, ada pula konsumen Apartemen Oase Park yang proyeknya belum sama sekali dibangun. Konsumen bernama Dila mengatakan jumlah pembeli unit di Apartemen Oase Park ada 190 orang dengan tingkat keterisian sekitar 40 persen. Semuanya belum mendapatkan unit dan sekarang berharap uang mereka dikembalikan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Keinginan kita dari Oase Park itu refund full sesuai dengan ketentuan dari SPPU-nya Itu saya baca dari bolak-balik, pasal 5, halaman 5, poin 11, ada ketentuannya seperti itu," ujarnya.
Tanggapan dari Direktur Utama PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP) Indra Syahruzza saat ini pihaknya belum mampu untuk memberikan pengembalian dana (refund) karena keuangan yang tidak sehat.
"Kondisi keuangan ADCP saat ini kan sudah sangat buruk. Mau refund juga susah. Kondisinya cash flownya negatif," kata Indra dalam pertemuan tersebut.
Menteri PKP Maruarar Sirait mengatakan perlu ada pertemuan kembali antara ADCP, konsumen, dan beberapa pihak terkait untuk menyampaikan masalah ini. Mengingat yang datang hanya 20 orang. Ia meminta konsumen membuat data yang lengkap mengenai produk yang dibeli dan timeline pembelian.
"Seminggu ini saya minta dipetakan benar-benar seminggu ini. Semua bentuk perjanjian-perjanjian antara developer dan rakyat. Tolong bentuk bentuk kronologis pembangunan yang singkat, padat jelaskan sama saya. Ini bagaimana-bagaimana dibuat singkat-padat dan jelas," pinta Ara
Pertemuan berikutnya akan digelar Jumat (31/7/2026) atau Selasa (4/8/2026). Nanti akan hadir Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Otoritas Jasa Keuangan, dan perbankan. Ara juga berencana mengundang Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara Dony Oskaria mengingat ADCP adalah anak perusahaan PT Adhi Karya (Persero) Tbk., perusahaan BUMN.
Selain itu, setelah pertemuan Ara akan mendatangi Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia ingin mengadukan kasus Apartemen LRT City untuk diajukan audit.
Ia juga berpesan kepada Kejaksaan untuk membantu mengecek kasus ini dan mencari apakah ada unsur pidana di dalamnya. Jika benar ada, Ara meminta agar semuanya dibawa ke jalur hukum.
"Kemudian Bapak sebagai dari Kejaksaan ya. Bantu saya di sini, cek ada unsur pidananya nggak? Kalau ada unsur pidananya adukan ke pihak Hukum. Perintah saya," tegasnya.
Sebelumnya diberitakan, salah satu proyek milik PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), yakni Apartemen LRT City Tebet, Ciracas, dan Cibubur tengah jadi sorotan. Pasalnya satu per satu konsumen muncul mengeluhkan tidak adanya kejelasan kapan unit yang mereka beli akan diserahkan.
Beberapa konsumen mengatakan kepada detikcom mereka sudah bertahun-tahun menunggu. Ada yang dari 2018 membeli unit di Ciracas, tetapi hingga kini belum juga mendapatkan unitnya.
Diana (nama disamarkan) adalah konsumen yang telah membeli dua unit di Apartemen LRT City Ciracas sejak 2018 dan lunas di 2019. Ia telah mengeluarkan Rp 1,3 miliar untuk unit 1 kamar tidur sekitar Rp 800 jutaan dan unit tipe studio sekitar Rp 500 jutaan.
Hingga kini dua unit itu masih gaib alias belum kelihatan wujudnya. Padahal dulu ia dijanjikan bisa menempati unit pada April 2021. Pada 2022, pihak pengembang mengatakan alasan keterlambatan penyelesaian apartemen karena ada pelanggaran kontrak dari pelaksana proyek pada masa itu.
"Jadi, kita itu dijanjikan terus. Yang sebelumnya di 15 Maret 2021, kemudian di akhir 2022, kemudian di akhir 2024, dan sampai akhirnya sekarang. Jadi, di awal tahun 2026, itu kita sudah meminta kejelasan progresnya ini seperti apa," katanya kepada detikcom pada Selasa (14/7/2026).
Diana adalah 1 dari sekian banyak konsumen yang sudah gerah menunggu kepastian. Sebab, meskipun proyek di Ciracas tidak bisa selesai pada 2021, pihak pengembang tetap gencar promosi hingga saat ini. Salah satu konsumen lain yang masih terhitung baru membeli unit di Ciracas adalah Riandifa Subagio.
Terpisah, Dasko (nama disamarkan), konsumen Apartemen LRT City Tebet. Ia sebelumnya membeli unit di Ciracas pada 2018. Namun, unit tersebut tidak ada kejelasan jadwal serah terima. Ia sempat meminta refund, tetapi ditolak.
"Saya yang minta refund karena kan di Ciracas kan saya minta refund nggak bisa," kata Dasko kepada detikcom pada Selasa (14/7/2026).
Dasko tidak tinggal diam. Ia memperjuangkan agar uangnya kembali dengan melapor kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), lewat program lapor Mas Wapres, hingga ke Danantara. Namun, belum ada satu pun yang berhasil menjembatani konsumen dengan pengembang untuk menyelesaikan masalah unit yang tak kunjung selesai.
(aqi/das)
