Ara soal Proyek LRT City Mandek: Kita Minta Developer Tanggung Jawab!

Ara soal Proyek LRT City Mandek: Kita Minta Developer Tanggung Jawab!

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Selasa, 21 Jul 2026 21:33 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait
Menteri PKP Maruarar Sirait (Foto: Sekar Aqillah Indraswari/detikcom)
Jakarta -

Ramai konsumen apartemen LRT City mengeluhkan belum mendapatkan unit karena beberapa proyek yang mandek. Mereka sudah berusaha memperjuangkan hak, salah satunya dengan melaporkan kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Menanggapi isu itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait (Ara) mengatakan pihaknya akan segera menangani keluhan konsumen apartemen LRT City. Ia berjanji akan membantu para konsumen yang sudah melapor kepada Kementerian PKP.

"Kita tangani (keluhan konsumen apartemen LRT City) segera, pasti," ucap Ara kepada awak media usai menghadiri acara pelantikan pengurus Apersi di Jakarta Selatan, Selasa (21/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Terkait proyek LRT City yang mandek, ia menyatakan pembangunan harus diselesaikan. Pihaknya akan meminta pengembang bertanggung jawab atas proyek tersebut.

"Harus diselesaikan (proyek LRT City) ya. Kita akan minta pertanggungjawaban developer-nya," tuturnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya diberitakan, salah satu proyek milik PT Adhi Commuter Properti Tbk (ADCP), yakni Apartemen LRT City Tebet, Ciracas, dan Cibubur tengah jadi sorotan. Pasalnya satu per satu konsumen muncul mengeluhkan tidak adanya kejelasan kapan unit yang mereka beli akan diserahkan.

Beberapa konsumen mengatakan kepada detikcom mereka sudah bertahun-tahun menunggu. Ada yang dari 2018 membeli unit di Ciracas, tetapi hingga kini belum juga mendapatkan unitnya.

Diana (nama disamarkan) adalah konsumen yang telah membeli dua unit di Apartemen LRT City Ciracas sejak 2018 dan lunas di 2019. Ia telah mengeluarkan Rp 1,3 miliar untuk unit 1 kamar tidur sekitar Rp 800 jutaan dan unit tipe studio sekitar Rp 500 jutaan.

Hingga kini dua unit itu masih gaib alias belum kelihatan wujudnya. Padahal dulu ia dijanjikan bisa menempati unit pada April 2021. Pada 2022, pihak pengembang mengatakan alasan keterlambatan penyelesaian apartemen karena ada pelanggaran kontrak dari pelaksana proyek pada masa itu.

"Jadi, kita itu dijanjikan terus. Yang sebelumnya di 15 Maret 2021, kemudian di akhir 2022, kemudian di akhir 2024, dan sampai akhirnya sekarang. Jadi, di awal tahun 2026, itu kita sudah meminta kejelasan progresnya ini seperti apa," katanya kepada detikcom pada Selasa (14/7/2026).

Diana adalah 1 dari sekian banyak konsumen yang sudah gerah menunggu kepastian. Sebab, meskipun proyek di Ciracas tidak bisa selesai pada 2021, pihak pengembang tetap gencar promosi hingga saat ini. Salah satu konsumen lain yang masih terhitung baru membeli unit di Ciracas adalah Riandifa Subagio.

Terpisah, Dasko (nama disamarkan), konsumen Apartemen LRT City Tebet. Ia sebelumnya membeli unit di Ciracas pada 2018. Namun, unit tersebut tidak ada kejelasan jadwal serah terima. Ia sempat meminta refund, tetapi ditolak.

"Saya yang minta refund karena kan di Ciracas kan saya minta refund nggak bisa," kata Dasko kepada detikcom pada Selasa (14/7/2026).

Dasko tidak tinggal diam. Ia memperjuangkan agar uangnya kembali dengan melapor kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), lewat program lapor Mas Wapres, hingga ke Danantara. Namun, belum ada satu pun yang berhasil menjembatani konsumen dengan pengembang untuk menyelesaikan masalah unit yang tak kunjung selesai.

(dhw/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads