Viral! Warga Ciputat Protes Kandang 1.800 Ayam Berdiri Dekat Perumahan

Viral! Warga Ciputat Protes Kandang 1.800 Ayam Berdiri Dekat Perumahan

Danica Adhitiawarman - detikProperti
Kamis, 16 Jul 2026 06:07 WIB
Peternakan ayam dekat klaster rumah di Ciputat, Tangerang Selatan.
Peternakan ayam dekat klaster rumah di Ciputat, Tangerang Selatan. (Foto: Dok. Doddy Agung Faiskara)
Jakarta -

Ramai di media sosial, unggahan warga Ciputat, Tangerang Selatan yang memprotes adanya kandang atau peternakan ayam komersial di dekat perumahan. Kehadiran peternakan itu dianggap mengganggu karena kerap menimbulkan bau tak sedap.

Pemilik akun, Insan Akbar Krisnamusi, mengatakan ada kadang ayam yang ada di samping perumahannya berukuran cukup besar. Ia pun mempertanyakan legalitas berdirinya peternakan ayam di kawasan permukiman padat penduduk.

"Threads Please Do Your Magic! Menurut UU yang berlaku, bikin peternakan ayam komersial sebesar ini di daerah padat permukiman bagaimana ya? Soalnya 'orang penduduk lama' di sekitar daerah saya di Cilalung, Jombang, Ciputat bikin begitu nih," kata Insan dikutip dari Threads @insankrisnamusi, Rabu (15/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peternakan ayam dekat klaster rumah di Ciputat, Tangerang Selatan.Peternakan ayam dekat klaster rumah di Ciputat, Tangerang Selatan. Foto: Dok. Doddy Agung Faiskara

Dia mengeluhkan bau tak sedap kerap terhirup, terutama di pagi hari. "Baunya nggak enak setiap Subuh semerbak sekali. Apalagi di perumahan saya yang ada persis di sampingnya," ucapnya.

Melihat video yang diunggah Insan, kandang ayam tersebut memang berukuran besar. Kandang itu berupa bangunan panggung dari kayu dan bambu. Peternakan ini berdiri di lahan rumput dan pepohonan.

ADVERTISEMENT

Namun, tampak ada lahan kandang itu berbatasan dengan perumahan dan permukiman warga. Adapun Jarak bangunan kandang terlihat dekat dengan perbatasan perumahan.

Saat dihubungi detikProperti, Insan mengatakan dirinya tinggal di Cluster Alam Serua 2, Alam Serua 2, Jl. Cilalung 3 RT.004 RW.005, Jombang, Ciputat, Tangerang Selatan. Dia khawatir adanya peternakan ayam yang dekat dengan rumahnya bisa menimbulkan masalah kesehatan seperti ISPA.

Ia menyebut warga klasternya menentang adanya peternakan ayam di kawasan permukiman. Warga mulai merasa terganggu dengan peternakan itu sejak muncul bau tak sedap pada Juni 2026 lalu. Bau pakan ayam sering tercium ketika pagi dan malam hari.

"Mayoritas tercium adalah bau dedak-dedak bau pakan-pakan. Dan hanya itu saja sudah mengganggu kami," kata Insan kepada detikProperti, Rabu (15/7/2026).

Di sisi lain, warga mengaku menemukan bahwa peternakan itu berada di zona permukiman padat penduduk. Padahal, menurutnya peternakan seharusnya di zona P4. Apalagi peternakan tersebut terbilang besar, dikabarkan memiliki 1.800 ayam. Dengan begitu, peternakan ini dinilai tidak sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku.

"Menurut keterangan pemilik di media jumlah peternakan ayamnya ada 1.800 ayam, itu bukan peternakan kecil yang hanya untuk diri sendiri," ucapnya.

Berbagai upaya sudah dilakukan, mulai dari berdialog dengan pemilik peternakan hingga menyurati instansi terkait untuk mendapatkan dukungan. Namun, pemilik mengaku sudah punya nomor induk berusaha (NIB) dan sudah lama membuat kandang ayam.

"Kami saat ini sedang memperjuangkan pelanggaran aturan zonasi permukiman padat penduduk yang dilakukan sebuah peternakan ayam komersial," tambahnya.

Terpisah, Ketua Lingkungan Cluster Alam Serua 2 Doddy Agung Faiskara mewakili warga mengatakan bangunan peternakan ayam itu berada sekitar 15 meter dari bangunan dinding pembatas klaster. Bau tak sedap pertama kali tercium pada pekan ketiga Juni 2026.

"Kami merasakan bau yang tidak sedap. Plus juga kunjungan lalat yang mulai intensitasnya (tinggi)," ucap Doddy.

Selain itu, pihak peternakan mengklaim luas kandang ayam 15x6 meter. Namun, Doddy meragukan hal tersebut karena melihat pantauan dari atas kandangnya lebih besar dari ukuran yang disebutkan.

"Tidak related sih seharusnya dengan statement versus drone view," tuturnya.

Caranya gampang. Kamu tinggal kirim pertanyaan dengan cara klik link ini



(dhw/dhw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads