Nama Bernadya mulai dikenal masyarakat lewat lagunya Satu Bulan yang meledak pada 2023 lalu. Berkat kariernya yang melejit ini, di usianya yang baru masuk 22 tahun ia telah memiliki 2 rumah, salah satunya ada di Jakarta.
Meski begitu, ia mengaku tidak tinggal di rumahnya. Menurutnya, tinggal di rumah merepotkan, terutama masalah perawatan (maintence), seperti atap bocor.
"Kayak nggak ada urgensi gitu lho. Susah maintenance-nya gitu. Rumah itu repot. Rumah = Repot," kata Bernadya dilihat di YouTube Raditya Dika, dikutip pada Jumat (10/7/2026).
Selain itu, ia memiliki alasan lain kenapa belum menempati kedua rumahnya. Gadis yang besar di Surabaya ini tidak menempati rumah pertamanya di Jakarta karena tidak begitu nyaman tinggal di sana.
"Aku udah beli rumah di Jakarta. Tapi nggak aku tinggalin. Nggak sreg karena aku nggak sreg. Tapi nggak apa-apa, investasi," terang Berndya.
Lalu, rumah keduanya belum ditempati karena ingin direnovasi dulu. Namun, hingga kini renovasi tersebut belum dimulai karena belum merasa butuh untuk ditempati secepatnya.
"Aku ada rumah lagi. (Ada 2 rumahnya?) Sekarang udah (dua). (Nggak ditinggalin juga?) Bukan, tapi masih direnovasi. Tapi nggak dimulai-mulai renovasinya," ungkapnya sembari tertawa.
Di balik itu semua, alasan paling utama Bernadya enggan tinggal di 2 rumahnya adalah ia sudah nyaman hidup di kos-kosan. Ini adalah tempat tinggal pertamanya sejak menginjakkan kaki di Jakarta setelah lulus SMA hingga detik ini.
"Iya dikosin Juni (Juni Records Label Company) lagi sampai detik ini karena PW (posisi wenak). Aku tuh mageran banget orangnya. Kayak kos itu kayak diurusin banget, paketnya diambil sama OB-nya," jelasnya.
Alasannya senang tinggal di kos adalah selama di rumah orangtuanya di Surabaya, ia kurang leluasa ketika menulis lagu karena saat malam hari keluarganya sudah tidur. Ketika tinggal sendiri di Jakarta, ia bisa membuat lagu dengan bebas. Ia tidak tahu apakah suaranya bocor ke rumah tetangga, tetapi sejauh ini tidak ada yang protes.
Penyanyi kelahiran 2004 ini mengaku sempat tinggal bersama tantenya setelah datang ke Jakarta, tetapi ia merasa lebih nyaman di kos. Akhirnya menetap di sana, bahkan setelah dirinya berhasil membeli 2 rumah.
(aqi/das)