AS Siaga! Badai Berpotensi Hantam 32 Juta Bangunan

AS Siaga! Badai Berpotensi Hantam 32 Juta Bangunan

Sekar Aqillah Indraswari - detikProperti
Kamis, 11 Jun 2026 07:11 WIB
15 Kota Terkaya di Dunia 2025 Beserta Faktor Penentunya, Ada 6 dari Asia!
Ilustrasi Kota New York. Foto: Leonhard_Niederwimmer/Pixabay
Jakarta -

Berdasarkan laporan Risiko Badai 2026 dari Cotality, Amerika harus bersiap menghadapi badai yang bisa memicu kerusakan pada 32,2 juta properti. Jika diakumulasi kerugian ditaksir bisa mencapai lebih dari US$ 12 triliun atau Rp 214.999 triliun (kurs Rp 17.916).

Dilansir dari Realtor, kawasan New York diramal akan jadi zona paparan badai terbesar di negara ini dengan lebih dari 3,2 juta rumah berisiko dan perkiraan biaya rekonstruksi melebihi US$ 1,93 triliun atau Rp 34.522 triliun.

Houston berada di urutan kedua dengan 2,17 juta rumah berisiko rusak dengan perkiraan biaya rekonstruksi sebesar US$ 824 miliar atau Rp 14.741 triliun. Miami berada di peringkat ketiga dengan sekitar 2,04 juta properti yang berisiko rusak dan perkiraan biaya pembangunan kembali sebesar US$ 616 miliar atau Rp 11.021 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

1. New York

Himbauan ini berangkat dari jumlah badai yang pernah terjadi di New York. Berdasarkan data dari Historical Hurricane Tracks yang dihimpun oleh National Oceanic and Atmospheric Administration, sejauh ini sudah ada 10 badai yang terjadi di New York sejak tahun 1858.

ADVERTISEMENT

Dari 10 badai tersebut, dua di antaranya adalah badai kategori 3 besar, termasuk badai Great New England tahun 1938, yang menghantam daratan di Long Island bagian tengah dengan kecepatan angin 120 mph.

Jika terjadi badai besar lagi, kondisi New York saat ini kurang menguntungkan. Pasalnya kota ini makin padat, jalur air dan salurannya sempit, serta terdapat infrastruktur penting berada di bawah tanah.

Mitra dari kelompok pemulihan asuransi di Reed Smith, Kota New York, Nicholas Insua, badai akan berefek pada kerusakan besar. Perusahaan asuransi mengatakan iuran akan meningkat ditambah dengan naiknya biaya pembangunan ulang.

"Dikombinasikan dengan biaya pembangunan ulang yang sangat tinggi, terjadi peningkatan premi yang substansial dari tahun ke tahun," tambah Insua, seperti dikutip detikcom pada Rabu (10/6/2026).

2. Houston

Kota kedua adalah Houston karena lokasinya berada di pesisir. Salah satu badai besar yang pernah terjadi adalah Badai Harvey pada 2017 yang menyebabkan kerusakan signifikan di seluruh wilayah Houston dalam tiga tahun berturut-turut. Pemicunya adalah badai yang bergerak lambat dan banjir.

Kerugian yang disebabkan dari bencana ini sekitar sebesar $459,8 juta atau Rp 8,2 triliun. Hal ini menyebabkan perusahaan asuransi kesulitan dan memperketat peraturan serta syarat untuk mencairkan asuransi.

"Selama lima tahun terakhir, pola cuaca menjadi lebih sulit dari perspektif kerugian dan pasar asuransi rumah telah terpengaruh oleh keterbatasan kapasitas perusahaan asuransi, penjaminan yang lebih ketat, dan persyaratan mitigasi risiko wajib untuk hal-hal seperti atap baru dan sistem pemutus air," kata Carol Sherron, wakil presiden senior, pemimpin penasihat klien zona di Marsh McLennan Agency di Dallas.

Sherron mencatat bahwa pada tahun 2026, premi (iuran wajib) terus meningkat, tetapi tidak separah tahun-tahun sebelumnya.

Perusahaan asuransi yang melayani pasar Houston terus mensyaratkan pengurangan biaya (deductible) untuk bencana badai angin dan angin topan setidaknya sebesar 1-2 persen dari nilai properti tempat tinggal.

"Karena perbaikan atap akibat badai sering kali mendekati ambang batas deductible, banyak pemilik rumah akhirnya menanggung sebagian besar biaya sendiri," tambahnya.

3. Miami

Miami disebut adalah kawasan yang paling rawan terjadi badai karena kondisi geografisnya.

"Garis lintang, ketinggian, kedekatan dengan laut, suhu laut yang hangat, dan kepadatan penduduk menjadikan Miami sebagai target utama aktivitas badai dan kerusakan parah akibat badai," kata Jennifer Gambill, broker untuk World Insurance Associates di Miami.

Oleh karena itu, pemerintah juga membuat peraturan yang ketat untuk bangunannya agar siap untuk menghadapi cuaca ekstrem. Namun, di satu sisi hal tersebut meningkatkan biaya pembangunan dan perbaikan rumah di daerah tersebut yang juga berdampak pada jumlah premi polis asuransi.

Bahkan kabarnya, perusahaan asuransi di kawasan ini tidak berani mengambil banyak pengajuan baru. Jika ada perusahaan asuransi swasta yang masuk ke kawasan ini, tak bertahan lama akan tutup karena memang tidak mampu untuk melayani dengan optimal.

Akhirnya Florida membentuk Citizens Property Insurance Corp., sebuah perusahaan asuransi yang dikelola negara.

"Awalnya ini dimaksudkan sebagai pasar pilihan terakhir, tetapi Citizens telah menjadi salah satu perusahaan asuransi terbesar di Miami. Bahkan, ada upaya berkelanjutan untuk mengurangi jumlah nasabahnya. Salah satu cara untuk mengurangi jumlah polis Citizens adalah dengan membatasi pertanggungan yang diberikannya hingga maksimal US$ 700.000 (Rp 12 miliar)," jelas Gambill.

Namun, nilai tersebut masih rendah jika dibandingkan dengan biaya konstruksi di Miami sehingga perusahaan itu menaikkan batas pertanggungan menjadi US$ 999.999 atau Rp 17 miliar.

(aqi/das)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita detikcom Lainnya
Kalkulator KPR
Tertarik mengajukan KPR?
Simulasi dan ajukan dengan partner detikProperti
Harga Properti*
Rp.
Jumlah DP*
Rp.
%DP
%
min 10%
Bunga Fixed
%
Tenor Fixed
thn
max 5 thn
Bunga Floating
%
Tenor KPR
thn
max 25 thn

Ragam Simulasi Kepemilikan Rumah

Simulasi KPR

Hitung estimasi cicilan KPR hunian impian Anda di sini!

Simulasi Take Over KPR

Pindah KPR bisa hemat cicilan rumah. Hitung secara mudah di sini!
Hide Ads